BPS: Provinsi Papua Alami Penurunan Ekonomi Ekstrem Tercepat
JAKARTA, investortrust.id - Plt Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut Provinsi Papua mengalami penurunan angka kemiskinan ekstrem yang cepat pada Maret 2023.
“Provinsi Papua mengalami penurunan kemiskinan ekstrem yang sangat cepat dari 10,92% (pada Maret 2022) menuju 7,76% di bulan Maret 2023,” kata Amalia, saat menghadiri Rakornas dan Penyerahan Insentif Fiskal atas Kinerja Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2023, Kamis (9/11/2023).
Selain Provinsi Papua, ada beberapa provinsi lain yang mengalami penurunan kemiskinan ekstrem tiap pulau. Untuk Pulau Sumatera penurunan terjadi di Provinsi Sumatera Selatan, untuk Pulau Kalimantan yaitu Provinsi Kalimantan Timur, untuk Pulau Jawa yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca Juga
BKF Sebut Pertumbuhan PDB Tingkatkan Kesempatan Kerja pada Perempuan, Ini Faktanya
Sedangkan di Pulau Sulawesi penurunan terjadi di Sulawesi Barat. “Serta di Pulau Bali dan Nusra yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur,” kata dia.
Amalia menyebut, garis kemiskinan ekstrem yang digunakan BPS yaitu US$ 1,9 purchasing power parity (ppp) per hari atau setara Rp 351.957,4 per kapita per bulan. Berdasarkan batas tersebut, Amalia menyebut terjadi penurunan tingkat kemiskinan ekstrem.
“Dalam waktu lima tahun terakhir menurun dari 3,6% di tahun 2018 menjadi 1,12% di tahun Maret 2023,” kata dia.
Pada Maret 2023, terdapat 18 provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem di bawah 1%. Sementara itu, provinsi yang memiliki tingkat kemiskinan ekstrem 1-5% sebanyak 14 provinsi. “Dan jumlah provinsi dengan tingkat kemiskinan di atas 5% masih ada 2 provinsi,” ucap dia. (CR-7)
Baca Juga
Selain Kekang Inflasi, RAPBN 2024 Fokus Hapus Kemiskinan Ekstrem
