Menkeu: Pemerintah Siapkan Berbagai Kebijakan Hadapi Ketidakpastian Global
JAKARTA, investortrust.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, di tengah ketidakpastian global, pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan guna terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Ini mencakup penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang dapat menjaga daya beli masyarakat hingga insentif bagi penjualan rumah.
Menkeu menuturkan, sejumlah situasi seperti dinamika pasar keuangan global, tingginya tensi geopolitik di Palestina, dan kenaikan harga pangan akibat El Nino memberikan dampak pada perekonomian dunia, termasuk Indonesia.
“Ini adalah situasi yang kita terus waspadai. Kita terus akan meningkatkan terutama beberapa faktor yang memengaruhi masyarakat paling bawah, 40 persen terbawah. Harga beras kita lihat meningkat cukup tajam dalam enam bulan terakhir, dan ini juga menyebabkan volatile inflation yang berasal dari food menjadi salah satu kontributor terbesar (inflasi),” ujar Menkeu dalam keterangan, Jakarta, Selasa (07/11/2023).
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 4,94% YoY, Lebih Rendah dari Kuartal II
Kendalikan Harga Beras
Dalam mengendalikan harga beras, kata Menkeu, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional bekerjasama dengan Perum Bulog terus berupaya memastikan suplai atau pasokan terjaga, hingga musim tanam dan panen yang akan datang. Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) yang dapat menjaga daya beli masyarakat. Bantuan ini diterima oleh 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dengan besaran Rp 200 ribu per bulan. Total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 7,52 triliun.
Pemerintah juga berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui percepatan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).
“Pak Menko (Perekonomian) bersama saya dan beberapa menteri memonitor bahwa penyaluran KUR tahun 2023 agak melemah. Ini karena ada beberapa perubahan dari sisi kebijakan, sehingga kita sekarang akan meminta kepada perbankan untuk bisa mengakselerasi penyaluran kredit usaha rakyat itu,” ujarnya.
Baca Juga
Penyaluran KUR Rp 107 Triliun
Menkeu menambahkan, hingga September 2023, dari target Rp 297 triliun, penyaluran KUR baru terealisasi sebesar Rp 107 triliun. Oleh karena itu, pemerintah akan mengakselerasi penyaluran KUR dalam triwulan keempat ini.
Langkah lain yang dilakukan pemerintah adalah memberikan dukungan bagi penjualan rumah komersial. Pemerintah memberikan intensif berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) bagi rumah dengan harga hingga Rp 2 miliar. Selain itu, lanjut Menkeu, terdapat dukungan bantuan biaya administrasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebesar Rp 4 juta per rumah hingga Desember 2024, serta dukungan rumah masyarakat miskin sebesar Rp 20 juta per rumah melalui program Rumah Sejahtera Terpadu yang dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
“Paket kebijakan ini diharapkan akan memberikan dampak dorongan kepada perekonomian kita,” tandasnya.
