Pemerintah Siapkan 8 Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun Hadapi Ketidakpastian Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengumumkan delapan paket stimulus ekonomi untuk menghadapi ketidakpastian global efek dari situasi yang tak menentu di Timur Tengah. Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 26,34 triliun untuk berbagai program tersebut. Ini di antaranya, pertama, total stimulus, insentif transportasi sebesar Rp 2,04 triliun, total anggaran program magang dan vokasi sebesar Rp 6,26 triliun, dan total anggaran bantuan pangan sebesar Rp 18,04 triliun.
“Arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester II-2026,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Airlangga mengatakan insentif pertama yang diberikan yaitu tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) final atau royalti sebesar 1,5% bagi penulis. Regulasi yang ada mengamanatkan PPh atau royalti itu sebesar 5-35%.
“Ini adalah salah dari janji kampanye Bapak Presiden,” kata dia.
Insentif kedua, ujar Airlangga, yaitu untuk mendorong mobilitas masyarakat. Sesuai arahan Prabowo, pemerintah memberikan diskon transportasi untuk periode libur sekolah dan libur Natal Tahun Baru (Nataru).
Untuk diskon transportasi periode libur sekolah, pemerintah memberikan potongan 30% harga tiket kereta api untuk periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Diskon tarif tiket kereta api ini ditargetkan menjangkau 1.174.624 penumpang dengan anggaran Rp 96,21 miliar.
Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon sebesar 30% dari tarif dasar angkutan kapal Pelni. Pemberian diskon ini berlaku pada periode 20 Juni hingga 15 Agustus 2026 dengan target jangkauan 693.690 penumpang dengan anggaran Rp 67,33 miliar.
Untuk diskon angkutan penyeberangan, pemerintah memberikan diskon 100% tarif jasa kepelabuhan. Periode berlakunya diskon yaitu 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Diskon ini ditargetkan menjangkau 164.087 penumpang dan 377.334 kendaraan. Anggaran yang disiapkan yaitu Rp 26,96 miliar.
Pemerintah juga memberikan diskon angkutan udara berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11% untuk tiket pesawat kelas ekonomi berjadwal. Periode pemberian PPN DTP ini yaitu 24 Juni hingga 5 Juli 2026. Stimulus ini ditargetkan menjangkau 2.370.0568 penumpang dengan biaya sebesar Rp 473,7 miliar.
Baca Juga
Pemerintah akan Umumkan Sejumlah Stimulus Ekonomi Semester II 2026
Sementara itu untuk libur Nataru, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 161,4 miliar dengan target 2,8 juta penumpang. Anggaran ini untuk diskon berupa potongan tarif 30% untuk tiket kereta api pada periode 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027. Selain itu, anggaran juga diberikan untuk diskon sebesar 30% tarif dasar untuk kapal Pelni periode 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhan pada periode 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Untuk transportasi udara saat Nataru, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 722 miliar dengan target 3,7 juta penumpang. Pemerintah memberikan subsidi PPN DTP 100% untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi.
Selain itu, Airlangga menyampaikan bahwa Prabowo juga memberikan insentif untuk impor LPG dan bahan baku plastik. Pemerintah menetapkan bea masuk 0% impor LPG untuk industri petrokimia.
“Dengan ini diharapkan bisa meningkatkan nilai manfaat bagi sektor ekonomi sebesar Rp 2,25 triliun berupa pengurangan cost bagi industri terkait dan ada efek pengganda yang bisa didorong,” jelas dia.
Dengan adanya bea masuk 0% untuk bahan baku plastik, Airlangga berharap dapat menekan inflasi karena kemasan makanan.
Pemerintah juga terus mendorong impor suku cadang pesawat diturunkan menjadi 0% untuk mendukung industri penerbangan, maintenance, repair, dan overhaul (MRO). Ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing bagi industri MRO. Anggaran untuk insentif ini mencapai Rp 500 miliar.
Bantuan Lainnya
Pemerintah juga memberikan bantuan magang dan vokasi. Total anggaran sebesar Rp 6,26 triliun disiapkan untuk dua program tersebut.
Untuk program magang, yang mulai berjalan Juli 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 4,14 triliun dengan target sasaran 150.000 peserta.
Pemerintah juga menyasar pelatihan keterampilan kompetensi tenaga kerja dari vokasi. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 2,12 triliun dengan target prioritas 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja terdampak PHK.
Selain ketenagakerjaan, Airlangga juga menyampaikan bahwa Prabowo ingin melanjutkan bantuan pangan selama tiga bulan, selama Juli, Agustus, dan September 2026 untuk 33,24 juta penerima dengan perkiraan anggaran sebesar Rp 17,54 triliun.
Pemerintah juga memberikan program untuk stabilisasi harga pasokan pangan. Sasaran program in yaitu perajin tahu dan tempe. Mereka mendapatkan subsidi sebesar Rp 2.000 per kilogram kedelai.
“Dengan target 250.000 ton,” ujar dia.
Airlangga mengatakan pemberian subsidi harga kedelai sebesar Rp 2.000 per kilogram diberlakukan ketika harga kedelai di atas harga acuan pembelian.
