Belanja Daerah Tumbuh 5,5%, Masih Didominasi Belanja Pegawai
JAKARTA, Investortrust.id – Realisasi belanja daerah atau APBD hingga September 2023 tercatat bertumbuh 5,5% year on year (yoy) di angka Rp701,51 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu realisasi belanja daerah tercatat Rp 664,66 triliun.
Disampaikan Menteri Keuangan dalam paparan APBN Kita Edisi Oktober 2023 yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (25/10/2023), realisasi didorong oleh perbaikan penyerapan belanja pegawai, barang dan jasa, modal dan belanja lainnya.
Baca Juga
Pencairan Dana 'Below the Line' APBN Capai 26,41% Hingga September 2023
“Mayoritas masih didominasi oleh belanja pegawai Rp275,39 triliun yang meningkat 2,1 persen, kemudian diikuti oleh belanja barang dan jasa sebesar Rp191,35 triliun yang naik 5,2%,” kata Menkeu.
Sementara itu di sisi belanja per fungsi masih didominasi oleh belanja Kesehatan diikuti oleh bidang ekonomi. Belanja Kesehatan tercatat sebesarRp117,48 triliun atau naik 3,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara belanja bidang ekonomi tercatat 99,86 triliun hingga September 2023, atau mengalami kenaikan 9,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp91,24 triliun.
Baca Juga
Hadapi El Nino, Sri Mulyani Beri PR ke Risma Salurkan BLT Rp 7,52 Triliun
Tingginya belanja per fungsi di sektor Kesehatan di tengah situasi yang sudah terlepas dari status pandemi Covid-19 menurut Sri Mulyani menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat belanja sektor kesehatan, terutama untuk puskesmas dan posyandu.
“Non-Covid, tapi (belanja sektor kesehatan) masih tumbuh. Berarti kita makin memperkuat belanja kesehatan, terutama untuk puskesmas dan posyandu,” katanya.
Tingginya belanja sektor Kesehatan juga menumbuhkan harapan akan berdampak positif terhadap penurunan stunting serta kegiatan kesehatan masyarakat lainnya. (CR-3)

