Kenaikan Harga Perhiasan Emas Dominan Beri Andil Inflasi Inti
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, Senin (1/4/2024), melaporkan data inflasi Maret 2024. Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi komponen inti adalah emas perhiasan.
Berdasarkan data yang dipaparkan Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, inflasi pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,52% secara bulanan atau 3,05% secara tahunan.
Amalia mengatakan, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,23%. Komponen ini, kata dia, memberi andil inflasi sebesar 0,15%. “Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi komponen inti adalah emas perhiasan, minyak goreng, dan nasi dengan lauk,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di kantornya, Jakarta, Senin (1/4/2024).
Baca Juga
Harga Beras dan Daging Ayam Melonjak, Inflasi Tahunan Maret Naik Tembus 3,05%
Safe Haven
Amalia mengatakan, inflasi emas perhiasan adalah 3,6% dan andil inflasinya 0,04% secara bulanan. Inflasi dari emas ini karena terkait dengan harga emas global.
“Kenaikan harga emas dunia disebabkan oleh beberapa hal. Ini di antaranya ekspektasi suku bunga Amerika Serikat (AS), pinjaman perbankan, ketegangan geopolitik, dan juga meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketidakpastian global,” kata dia.
Baca Juga
Amalia mengatakan inflasi emas perhiasan pada Maret 2024 ini lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Tapi, jika dilihat pada Maret 2022, inflasi emas perhiasan lebih tinggi lagi 4,04%” kata dia.
Amalia mengatakan, inflasi emas perhiasan ini turut mendorong inflasi kelompok pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini tercatat memberi laju inflasi sebesar 0,70% dan memberi andil inflasi sebesar 0,04%.

