Ekonomi Dunia Melambat, Indonesia Diprediksi akan Segera Masuk Fase Ekspansi
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah perlambatan ekonomi dunia, ekonomi Indonesia dinilai akan masuk ke fase ekspansi pada tahun 2029. Fase ekspansi tersebut ditandai oleh penurunan suku bunga, pertumbuhan kredit perbankan, dan kenaikan pertumbuhan ekonomi.
“Pada tahun 2026-2029, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh di atas 6%,” papar CEO Investortrust.id, Primus Dorimulu dalam acara Best Mutual Fund Awards 2024 oleh Investortrust dan Infovesta di Jakarta, Rabu (27/3/2024).
Tahun ini pertumbuhan ekonomi dunia sekitar 3,1% atau stagnan dibandingkan tahun 2023. Sedangkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 diperkirakan akan menjadi lebih rendah menjadi 3%. Salah satu penyebab perlambatan ekonomi ini adalah adanya masalah geopolitik.
Lebih lanjut, negara dengan perekonomian terbesar atau Big Three di antaranya Amerika Serikat, dan China, pun diproyeksikan mengalami penurunan yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi China tahun in sekitar 4,6% dan tahun 2025 turun ke 4,1%. Ekonomi AS yang tahun ini 2,2% diperkirakan turun ke 1,7%.
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 akan Meningkat hingga 5,5%
“Hanya ekonomi India yang mampu bertumbuh 6,5%, tahun 2024 dan 2025,” jelasnya.
Indonesia, yang dicermati juga mengalami perlambatan ekonomi yang ditunjukkan oleh penurunan daya beli, diharapkan akan tetap mencapai target pemerintah yaitu 5,2% tahun ini.
Realisasi dari target pertumbuhan ekonomi tersebut dinilai masih tergantung pada inflasi dan kurs rupiah.
“Jika rupiah bisa dijaga di level Rp 15.000 per dolar AS dan inflasi bisa dikendalikan di level 2,5% plus-minus 1%, suku bunga bisa segera diturunkan. Kebijakan BI mempertimbangkan FFR dan inflasi dalam negeri,” ujar CEO Investortrust.id tersebut.
Sehingga, walaupun terdapat ancaman perlambatan ekonomi dunia, ekonomi Indonesia diproyeksikan akan tetap tumbuh sesuai dengan target.
Sebagai catatan, pada semester kedua tahun ini, Federal Reserve (the Fed) akan milai menurunkan fed fund rate (FFR) menjadi 4,50%-4,75% dari 5,25%-5,5%. Langkah ini juga akan diikuti oleh BI Rata yang kini 6% akan diturunkan ke level 5%.
