E-Katalog Ditingkatkan ke Versi 6.0, Ini Tujuannya
JAKARTA, investortrust.id - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2022 dan Perpres No. 17 Tahun 2023 untuk mengakselerasi transformasi digital sistem pengadaan barang jasa (PBJ) di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan PT Telkom adalah mengembangkan market place pemerintah, yakni e-Katalog, ke versi 6.0.
Project Director Govtech Procurement PT Telkom, Rahmat Danu Andika menjelaskan, setidaknya ada empat tujuan pengembangan e-Katalog versi 6.0 ini. Salah satunya adalah meningkatkan belanja produk dalam negeri (PDN) dan usaha mikro kecil dan koperasi (UMKK).
“Tujuan lainnya adalah meningkatkan efisiensi belanja negara, mempercepat proses pengadaan, dan mewujudkan transparansi proses pengadaan,” kata Rahmat Danu Andika dalam Rakornas Pengadaan 2023 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Baca Juga
Kepala LKPP Sebut Realisasi Pengadaan Barang dan Jasa Rp 810,92 Triliun hingga 27 Oktober
Rahmat Danu Andika menyebut e-Katalog versi 6.0 ini rencananya akan mulai efektif pada Januari 2024 mendatang. Diharapkan dengan versi terbaru tersebut nantinya akan semakin banyak transaksi yang terjadi di e-Katalog.
“Hari ini kami menyaksikan data pengadaan e-Katalog sudah sekitar Rp 160 triliun, dibandingkan full year tahun lalu sekitar Rp 80 triliun. Ini sejalan dengan arahan presiden, bahwa transaksi sudah di e-Katalog semua. Transaksi harus dimaksimalkan di e-Katalog,” ujar Andika.
Lebih lanjut, Andika menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah berupaya menyempurnakan e-Katalog versi 6.0. Tujuannya adalah agar bisa mengakomodir pengadaan-pengadaan yang lebih beragam, seperti konstruksi dan lain sebagainya.
Baca Juga
Dorong Pemanfaatan Produk Lokal, LKPP Usulkan RUU Pengadaan Barang Jasa
Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Prihadi menyebut, pada 27 Oktober 2023 sebanyak 6,9 juta produk sudah tayang di e-Katalog. Angka ini hampir tiga kali lipat lebih tinggi dari tahun 2022 yang mencatat 2,4 juta produk tayang. (CR-8)
