Sri Mulyani Dorong Reformasi Struktural dalam Pertemuan APEC
WASHINGTON DC, investortrust.id - Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati mendorong reformasi struktural dalam pertemuan APEC di Amerika Serikat. Hal ini untuk menghadapi tantangan perekonomian global yang semakin kompleks.
“Saat-saat penuh tantangan seperti ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan beragam reformasi struktural. Tantangan perekonomian global semakin kompleks, terutama mengenai kondisi higher for longer (tingkat suku bunga) yang makin memerosotkan posisi fiskal sejumlah negara,” kata Sri Mulyani dalam keterangan pada Selasa (14/11/2023).
Baca Juga
Akan Bangun Smelter Baru, Jokowi Sambut Baik Pembahasan Penambahan Saham Freeport
Indonesia, menurut Sri Mulyani sebagaimana dilansir Antara, sudah mengambil langkah-langkah reformasi struktural. Hal ini tercermin pada lahirnya Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) serta UU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD).
"Selain itu, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) juga menjadi katalisator upaya-upaya mempercepat transformasi perekonomian. Ini seperti menaruh fokus investasi pada infrastruktur dan sumber daya manusia," paparnya.
Crowding Out
Menteri Keuangan juga menyampaikan, keluarnya kebijakan-kebijakan terkait isu perubahan iklim dapat memicu crowding out secara global. Kebutuhan pembiayaan yang masif itu berpotensi memberikan tekanan yang besar pada pasar dan berujung pada meningkatnya suku bunga.
Baca Juga
Keseimbangan Primer Catatkan Surplus, Menkeu: APBN Masih Solid dan Manageable
"Pada akhirnya, kondisi tersebut meningkatnya tekanan terkait pembiayaan pada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia di dalamnya. Menghadapi segala dinamika global ini, kebijakan fiskal yang matang dan bijaksana sangatlah penting,” ujar Sri Mulyani.

