KSSK Optimistis Inflasi Tetap Terjaga di Kisaran 3% hingga Akhir Tahun
JAKARTA, investortrust.id -- Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memprediksi inflasi Indonesia masih berada di kisaran 3%hingga akhir tahun 2023.
“Inflasi akan tetap terkendali. Perkiraan kami adalah 3%,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo, saat menyampaikan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Jumat (3/11/2023).
KSSK beranggotakan Menteri KeuanganSri Mulyani Indrawati yang merangkap ketua KSSK, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa.
Perry menyebut, inflasi yang tinggi pada akhir tahun terjadi karena kenaikan harga bahan pokok. Untuk itu, Perry mengatakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) akan semakin digencarkan.
“Bu Menteri (Keuangan) tadi sudah menyediakan insentif, dan juga ketersediaan pasokan dan distribusi beras lebih dari cukup,” kata dia.
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi dan Dekarbonisasi Bisa “Saling Membunuh”
Meskipun inflasi inti mengalami perlambatan menjadi 1,91%, Perry mengingatkan adanya risiko kenaikan harga pangan, energi, dan imported inflation. “Jadi arahnya 2024, targetnya 2,5 plus minus 1%,” kata dia.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan selain risiko kenaikan tiga komoditas tersebut, tekanan inflasi yang tinggi juga dipicu oleh konflik geopolitik, fragmentasi ekonomi, dan fenomena El Nino. Meski begitu, saat ini inflasi masih terjaga.
“Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober 2023 tercatat 2,56 yoy,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan inflasi yang terjaga merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter lintas sektor. Dia menyebut, kebijakan pemerintah sebagai shock absorber gejolak global dan sinergi antara BI dan pemerintah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah dapat menahan lonjakan inflasi.
Baca Juga
KSSK Sebut Stabilitas Keuangan Indonesia pada Kuartal III Masih Terjaga
Sri Mulyani menyebut, bauran kebijakan moneter dan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai risiko tekanan inflasi. “Untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran 3,0 plus minus 1% pada 2023 dan 2,5 plus minus 1% pada 2024,” kata dia.
BPS mencatat pada Oktober 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 2,56% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,64. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 5,43% dengan IHK sebesar 120,87 dan terendah terjadi di Jayapura sebesar 1,43% dengan IHK sebesar 112,88.
Tingkat inflasi month to month (mtm) Oktober 2023 sebesar 0,17% dan tingkat inflasi year to date (ytd) Oktober 2023 sebesar 1,80%.
Tingkat inflasi yoy komponen inti Oktober 2023 sebesar 1,91%, inflasi mtm sebesar 0,08%, dan inflasi ytd sebesar 1,54%.(CR-7)

