Jelang Pergantian Tahun, Apindo Prediksi Inflasi Terjaga di Kisaran 3% pada 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi inflasi bakal terjaga di kisaran 3% pada tahun 2024. Kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal berfokus pada pro-stability.
"Proyeksi penguatan didasarkan pada perkiraan inflasi yang terkendali dan kebijakan moneter BI tahun 2024 yang berfokus pada pro-stability," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani diJakarta, Kamis (22/12/2023).
Meski demikian, Shinta menyebut tingkat inflasi bisa saja melampaui angka yang diprediksi. Terutama saat naiknya tensi geopolitik akibat konflik, seperti yang saat ini di Palestina maupun perang Rusia dan Ukraina.
Baca Juga
Apindo Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Sekitar 4,8-5,2%
Di sisi lain, perubahan iklim seperti El Nino turut menjadi kenaikan yang bisa menyebabkan inflasi. Kedua faktor itu disebut membuat pasokan dan ketersediaan bahan pangan hingga bahan bakar minyak tersendat.
"Inflasi 3% diprediksi memuncak pada 6 bulan pertama 2024. Fenomena El Nino bisa memengaruhi ketersediaan pangan domestik karena mengganggu panen serta risiko kenaikan inflasi dipicu geopolitik," ucapnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah diprediksi terjaga pada kisaran Rp15.100 sampai Rp15.600 per dolar AS. Namun tren suku bunga higher for longer diperkirakan bisa menggerus nilai tukar rupiah.
"Tren higher for longer yang bertahan sampai pertengahan 2024 masih memungkinkan rupiah tergerus hingga di atas Rp15.500," jelasnya. CR-14

