Kemenkeu Klarifikasi Refocusing Anggaran yang Dikeluhkan Prabowo Subianto
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara mengenai refocusing anggaran yang dikeluhkan calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dalam debat capres, Minggu (7/1/2024). Prabowo mengatakan tak bisa menjalankan rencana kerja karena anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengalami pengaturan ulang.
Staf Khusus Menteri Keuangan (Menkeu) Yustinus Prastowo menyebut APBN mendapatkan peninjauan ulang saat pandemi Covid-19. APBN diprioritaskan untuk penanganan pandemi.
“Untuk dapat mengatasi dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah dan didukung DPR adalah APBN diprioritaskan pada penanganan dampak pandemi Covid-19, antara lain melalui kebijakan refocusing anggaran,” tulis Prastowo di akun X (dulu Twitter) miliknya, diakses Selasa (9/11/2024).
Prastowo mengatakan, melalui sidang kabinet dan berbagai koordinasi tindak lanjut, upaya refocusing anggaran saat pandemi berlaku untuk semua kementerian/lembaga (K/L). Salah satu penganggaran ulang menyasar prioritas belanja K/L.
“Refocusing kegiatan dan anggaran ditetapkan dan diputuskan oleh masing-masing K/L terhadap kegiatan yang dianggap dapat ditunda. K/L sendiri yang memahami kegiatan yang paling urgent dan prioritas dan kegiatan/program yang dapat ditunda karena pandemi,” rilis dia.
Menurut Prastowo, refocusing anggaran K/L dilakukan dengan memblokir anggaran dari kegiatan yang diusulkan dan mendapatkan penundaan. Kegiatan dan anggaran yang diblokir dapat direlaksasi (atau buka blokir) sesuai prioritas dan kondisi anggaran.
“Pelaksanaan anggaran oleh K/L dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, selanjutnya diaudit oleh BPK dan dipertanggungjawabkan kepada DPR,” kata dia.
Dalam debat yang berlangsung, Prabowo ingin menanggapi indeks pertahanan dan keamanan Indonesia yang merosot di bawah kepemimpinannya.
“Saya sudah buat rencana. Tetapi yang menentukan termasuk menteri keuangan. Dan masalah yang kita hadapi, saya memang sudah menjadi menteri pertahanan empat tahun, tetapi kita diganggu Covid dua tahun, di mana terjadi refocusing,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, anggara kementerian yang dipimpin banyak tak disetujui Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Jadi banyak yang kita ajukan tidak disetujui oleh menteri keuangan. Jadi, sebagai seorang menteri, team player, saya harus loyal. Jadi, saya tidak banyak bicara di depan umum,” kata dia.
Dalam APBN 2020, anggaran Kemhan mengalami penyusutan. Sebelum ada Covid-19, anggaran untuk Kemhan mencapai Rp 131,18 triliun. Setelah mengalami refocusing anggaran, menjadi Rp 122,44 triliun.

