Harga Makanan Bergejolak Melambung Tinggi, Inflasi Oktober Tembus 2,56% Yoy
JAKARTA, investortrust.id - Harga makanan bergejolak melambung tinggi dan mendorong inflasi umum year-on-year (yoy) pada Oktober 2023 menembus 2,56%. Tingkat inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 5,43%.
“Tingkat inflasi umum yoy pada Oktober 2023 sebesar 2,56 %, dengan inflasi inti 1,91%, inflasi harga diatur pemerintah 2,12%, dan tingkat inflasi bergejolak 5,54%. Untuk bahan makanan tercatat mencapai 5,33% dan energi 0,11%,” papar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistisk (BPS) Pudji Ismartini, Jakarta, Rabu (01/11/2023).
Baca Juga
Berkurangnya pasokan beras di pasar ekspor dan kekeringan panjang di Indonesia akibat El Nino tercatat terus melambungkan harga pangan pokok ini di Tanah Air. Berbeda dengan klaim pemerintah yang menyatakan harga sudah turun, para pedagang yang ditemui Investortrst.id mengatakan harganya masih naik tinggi. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, harga rata-rata beras medium nasional menyentuh Rp 13.190/kg pekan lalu, melonjak Rp 2.120 atau 19% lebih year on year dibanding Oktober 2022 yang sebesar Rp 11.070/kg.
Seluruh Indeks Pengeluaran Naik
Pudji menjelaskan lebih lanjut, pada Oktober 2023 terjadi inflasi yoy sebesar 2,56% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,64. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 5,43% dengan IHK sebesar 120,87, dan terendah di Jayapura sebesar 1,43% dengan IHK 112,88.
"Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Ini ialah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,41%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,85%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,16%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,89%; kelompok kesehatan sebesar 2,04%; kelompok transportasi sebesar 1,20%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,11%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,50%; kelompok pendidikan sebesar 1,99%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,21%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,67%," ujarnya.
Baca Juga
Rupiah Anjlok Dekati Rp 16.000/US$, Harga Barang Elektronik Melonjak Hingga 22%
Tingkat inflasi month to month (mtm) Oktober 2023 sebesar 0,17% dan tingkat inflasi year to date (ytd) Oktober 2023 sebesar 1,80%. "Tingkat inflasi yoy komponen inti Oktober 2023 sebesar 1,91 persen, inflasi mtm sebesar 0,08%, dan inflasi ytd sebesar 1,54%," imbuhnya.

