Lebih Tinggi dari Perkiraan, Inflasi Inti AS Mei Tembus 2,7% YoY
WASHINGTON, investortrust.id - Data inflasi terbaru dari Amerika Serikat menghidupkan kembali ketegangan antara ekspektasi pasar dan kehati-hatian The Fed. Laporan Departemen Perdagangan AS menunjukkan inflasi inti (core PCE/personal consumption expenditures price index) naik ke 2,7% secara tahunan pada Mei, melebihi konsensus dan menambah lapisan kompleksitas dalam penentuan arah kebijakan moneter.
Baca Juga
Ekspektasi Inflasi AS Melonjak di Tengah Ketidakpastian Tarif
Lonjakan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan harga, meskipun moderat, tetap persisten. Ini menjadi ujian tersendiri bagi The Fed yang sejak awal menargetkan inflasi di angka 2%. Sementaraitu, inflasi umum tetap di level 2,3%, sesuai ekspektasi,
“Data ini memberi alasan bagi pelaku pasar untuk tetap optimistis, tapi cukup ambigu bagi The Fed untuk tidak terburu-buru,” ujar Gary Schlossberg dari Wells Fargo, dikutip dari CNBC, Sabtu (28/6/2025).
Permintaan Lesu
Tekanan harga terbesar masih berasal dari sektor jasa, dengan inflasi tahunan mencapai 3,4%, sementara barang nyaris stagnan hanya naik 0,1%. Penurunan harga energi sebesar 1% juga membantu menjaga stabilitas inflasi umum.
Kejutan datang dari data konsumsi dan pendapatan. Belanja konsumen turun 0,1%, dan pendapatan pribadi anjlok 0,4%. Keduanya menyimpang dari ekspektasi kenaikan, menunjukkan lemahnya daya beli di tengah tekanan harga dan kebijakan suku bunga tinggi.
Namun, pasar modal tetap tenang. Saham dibuka menguat dan imbal hasil Treasury naik, mencerminkan ekspektasi bahwa perlambatan ini dapat membuka jalan bagi pelonggaran moneter—meski belum dalam waktu dekat.
Trump vs Powell
Presiden Donald Trump terus mendorong penurunan suku bunga, bahkan menyebut Ketua The Fed Jerome Powell “bodoh” awal pekan ini. Ia menegaskan inflasi rendah seharusnya menjadi alasan utama bagi pelonggaran, dan sinyal bahwa suksesi kepemimpinan The Fed bisa saja terjadi dalam waktu dekat makin memperkeruh arah kebijakan.
Baca Juga
Namun Powell tetap pada pendekatan hati-hatinya. Meskipun beberapa pejabat Fed mulai membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga jika tarif tambahan tidak mendorong inflasi, mayoritas masih menilai kebijakan saat ini cukup sesuai.

