Bahlil Bidik Porsi PMA 52% di Tengah Ketidakstabilan Global
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membidik target realisasi investasi Rp 1.650 triliun dengan porsi penanaman modal asing (PMA) mencapai 52%. Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam Konferensi Pers Prospek Investasi Pascapemilu 2024 di Jakarta, Senin (18/3/2024).
"Target kita untuk PMA ke depan itu harus tetap masih di angka 52% minimum, sekalipun ekonomi global belum pulih secara total," kata Bahlil.
Bahlil membeberkan sejumlah situasi yang menjadi hambatan perekonomian global. Seperti ketegangan di kawasan Timur Tengah dan konflik Rusia Ukraina yang masih berlangsung.
Baca Juga
Posisi Investasi Internasional Indonesia Catatkan Kewajiban Neto Naik
"Banyak negara yang sudah mengalami resesi, ini juga yang menjadi faktor kendala yang kita akan hadapi ke depan," sebut Bahlil.
Pada tahun 2023 lalu BKPM mencatatkan PMA sebesar Rp 744 triliun atau memiliki porsi 52,4% dari total realisasi investasi nasional yang menembus angka Rp 1.418,9 triliun.
Capaian tahun 2023 lalu juga menunjukkan PMA Indonesia mengalami pertumbuhan 13,7% secara year-on-year. Singapura menjadi kontributor PMA terbesar dengan nilai investasi US$ 15,4 miliar. Disusul China dengan US$ 7,4 miliar dan Hong Kong US$ 4,6 miliar.
Baca Juga
Jepang dan Malaysia melengkapi 5 negara dengan realisasi PMA terbesar masing-masing memiliki nilai investasi US$ 4,6 miliar dan US$ 4,1 miliar.

