Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 4,94% YoY, Lebih Rendah dari Kuartal II
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 sebesar 4,94 persen year on year (yoy), lebih rendah dari kuartal II sebesar 5,17 persen yoy. Sedangkan secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 1,60 persen pada triwulan III lalu.
"Produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III-2023 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.296 triliun. Sedangkan PDB berdasarkan harga konstan 2010 mencapai Rp 3.124,9 triliun," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (06/11/2023).
Baca Juga
Momentum Pertumbuhan Ekonomi Berlanjut, Manajemen BNI Optimistis Kredit Tumbuh Sesuai Target
Amalia mengatakan lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023 yoy yang tercatat lebih rendah dari kuartal II tersebut sejalan dengan pola pertumbuhan ekonomi triwulan III pada tahun-tahun lalu, yang juga lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.
Konstruksi Tumbuhan Tertinggi
Amalia menuturkan, ekonomi Indonesia triwulan III-2023 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 1,60 persen qtq, dengan lapangan usaha konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,87 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,70 persen.
"Untuk ekonomi Indonesia triwulan III-2023 terhadap triwulan III-2022 yang mengalami pertumbuhan 4,94 persen yoy, dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi 14,74 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,21 persen," paparnya.
Baca Juga
Pasar Tenaga Kerja AS Melambat, Pertumbuhan Lapangan Kerja Oktober Meleset dari Ekspektasi
Sampai dengan triwulan III-2023, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (ctc). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 15,30 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan terbesar terjadi pada komponen PK-LNPRT sebesar 7,01 persen.
Secara spasial, perekonomian Indonesia pada triwulan III-2023 di hampir seluruh provinsi mengalami pertumbuhan yang melambat yoy. Kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi penyumbang perekonomian terbesar dengan kontribusi 57,12 persen dan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 4,83 persen yoy.

