BI Wanti-Wanti Pemerintah, Inflasi Volatile Food Bisa Gerogoti Gaji Karyawan
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti pemerintah mengenai inflasi volatile food yang melonjak dalam beberapa pekan terakhir, yang bisa menggerogoti gaji karyawan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi volatile food pada Februari 2024 mencapai 8,47% secara tahunan atau yoy.
Kepala Departemen Regional BI Arief Hartawan mengingatkan agar inflasi tersebut dapat diredam. Jika tidak, inflasi volatile food akan menggerogoti pendapatan masyarakat. "Jangan sampai kenaikan harga pangan menggerogoti penghasilan mereka," ujarnya saat memberi paparan di Rakornas Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idul Fitri 2024, di Jakarta, Senin (04/03/2024).
Melebihi Kenaikan UMR
Arief mencatat kenaikan harga pangan secara historis telah melebihi kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) selama 4-5 tahun terakhir. Dia menyebut kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) periode 2019-2024 naik sebesar 6,5%, sementara kenaikan UMR pada 2020-2024 rata-rata sebesar 4,9%.
"Mengenai harga pangan kenapa perlu dijaga, karena secara historis berdasarkan data kami dari 2020-2023, kenaikannya hanya 5,2%" ujar dia.
Arief menyebut inflasi volatile food perlu dikembalikan ke kisaran level 5%. Ini penting karena inflasi volatile food memiliki bobot yang relatif besar terhadap pengeluaran masyarakat yaitu 32,7%.
Arief berharap inflasi volatile food dapat diredam sehingga menjadi kunci stabilitas dan perekonomian nasional. Dengan stabilnya volatile food, inflasi diharapkan dapat sesuai target yaitu kisaran 2,5% plus minus 1%.
"Bagian volatile food ini bahan kebutuhan pokok masyarakat. Lebih penting kalau ini stabil, mudah-mudahan keamanan sosial dan nasional terjaga," kata dia.
Arief memberi catatan, meski pasokan bahan pangan membaik, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu mendorong agar persoalan suplai yang membaik ini juga membantu meredam kenaikan harga. Kondisi ini berkaca pada pasokan dan harga komoditas pangan berupa beras, cabai, telur, dan daging ayam ras.
"Jadi, ini perlu kita jaga dari waktu ke waktu," ujar dia.

