Waspadai Rupiah Tergerus, Wamenkeu: KSSK Cermati dengan Saksama
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyebutkan pemerintah bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memantau secara saksama dampak dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah.
Kewaspadaan ini menjadi bagian dari penyusunan awal desain Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) 2025. “Dalam konteks Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), untuk menjaga stabilitas variabel yang mempengaruhi kondisi ekonomi kita,” Suahasil, saat Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat RKP 2025, yang digelar daring, Kamis (18/4/2024).
Baca Juga
Rupiah Rebound ke Rp 16.159/USD, Diproyeksikan Penguatan Dolar Sudah Terbatas
Dia mengatakan, tekanan dolar AS terhadap rupiah telah terprediksi sebelumnya. Indikasinya terlihat dari inflasi AS yang masih tinggi, sehingga penurunan suku bunga oleh The Fed belum terlaksana.
“Karena itu, kalau beberapa bulan lalu kita harapkan suku bunga AS sudah turun, sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu yang terlalu dekat. Suku bunga yang tinggi membuat modal di tingkat global masih akan mengalir ke AS,” ujar dia.
Selain tekanan dolar AS, Suahasil mengatakan, KSSK terus mewaspadai dan mengamati beberapa variable, seperti harga minyak dan suku bunga di tingkat dunia. “Dengan tantngan di jangka pendek itu, kita tetap harus melihat tantangan di jangka menengah,” kata dia.
Baca Juga
Menurut Suahasil, tantangan jangka menengah yang dihadapi pemerintah Indonesia yaitu pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi ekonomi dunia dan Indonesia. Dia mengatakan perubahan iklim diharapkan dapat diantisipasi dan menumbuhkan bisnis baru. “Sehingga ruang ekonomi baru dapat bertumbuh,” ujar dia.
Dia menyebutkan, tantangan ke depan yang perlu menjadi perhatian lain, yaitu digitalisasi. Dengan maraknya digitalisasi, muncul ruang pertumbuhan ekonomi dunia yang baru. “Dan Indonesia harus bisa mendapatkan potensi kegiatan ekonomi dan juga kegiatan-kegiatan efisiensi dari digitalisasi yang terjadi,” kata dia.

