Ekonom Perkirakan Inflasi Bulanan Masih Akan Bergerak Naik di Desember 2023
JAKARTA, Investortrust.id - Tekanan inflasi diproyeksikan masih akan berlanjut pada sisa akhir tahun 2023, dengan angka inflasi diperkirakan merangkak naik menjadi 0,50% secara bulanan (month on month). Sementara secara year on year angka inflasi apda Desember diperkirakan bakal berada di angka 2,70% pada Desember 2023.
"Inflasi Indonesia diperkirakan merangkak naik menjadi 0,50% mom (2,70% yoy) pada Desember 2023," kata Ekonom PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Myrdal Gunarto dalam keterangan resmi yang diterima Investortrust.id, Jumat (1/12/2023).Sementara itu inflasi inti Myrdal memperkirakan akan mencapai 2,00% yoy pada akhir bulan Desember 2023.
Baca Juga
Myrdal mengatakan tekanan inflasi Indonesia yang lebih kuat pada bulan Desember 2023 salah satunya karena tekanan kenaikan harga komoditas bumbu maupun pangan yang masih berlanjut.
"Disertai kenaikan tarif transportasi, lifestyle, maupun ongkos akomodasi serta makan minum seiring lonjakan mobilitas masyarakat di periode liburan akhir tahun," ucap dia.
Memprediksi tingkat inflasi di tahun depan, ia memperkirakan tekanan inflasi Indonesia masih akan relatif rendah, yaitu sebesar 2,73% untuk inflasi secara umum dan 2,21% untuk inflasi inti. Tekanan disebutkannya masih terbatas pada sisi imported inflation, ketika arah kebijakan moneter global yang diprediksi akan bergerak lebih dovish. Adapun prospek permintaan harga minyak diperkirakan tidak akan menjadi tekanan yang terlalu besar menyusul potensi harga yang kemungkinan tidak akan naik drastis seiring prospek ekonomi global yang diprediksi tumbuh melambat.
Baca Juga
"Selain itu, kami melihat pemerintah akan menjaga stabilitas harga komoditas strategis, seperti Petralite, Solar, LPG 3kg, maupun tarif dasar listrik pada periode tahun politik," ujar dia.
Dia mengatakan berbagai stimulus fiskal pemerintah di bidang properti maupun otomotif diperkirakan juga dapat membantu kemampuan daya beli konsumen untuk membeli durable goods. Pada sisi moneter, ucap dia, kebijakan bunga moneter Bank Indonesia diproyeksikan akan tetap stabil pada akhir tahun ini.
"Walaupun untuk tahun depan, kami melihat ada ruang penurunan bunga oleh Bank Indonesia," ucap dia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi bulan November 2023 mengalami kenaikan menjadi 2,86% secara tahunan (yoy) dan naik mengalami kenaikan 0,38% secara bulanan (mom) dan secara tahun kalender inflasi tercatat 2,19% (ytd).
“Tingkat inflasi bulanan November 2023 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Moh Edy Mahmud, di kantor BPS Pusat, Jakarta, Jumat (1/12/2023).
Edy mengatakan inflasi disumbang kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan besaran 6,71%. Kelompok ini memiliki andil mengatrol inflasi sebesar 1,72% yoy. (CR-7)

