Hadapi Lanskap Global Menantang, Bos WEF Ingatkan Hal Ini
DAVOS, investortrust.id - Founder and Executive Chairman World Economic Forum (WEF) Klaus Schwab mengungkapkan, peningkatan perpecahan, permusuhan, dan lonjakan konflik menciptakan lanskap global yang menantang. Di tengah kondisi ini, membangun kembali kepercayaan akan masa depan adalah hal yang terpenting.
"Peningkatan perpecahan, permusuhan, dan lonjakan konflik mendefinisikan lanskap global saat ini. Kebutuhan abadi penanganan krisis mengurangi energi penting manusia, yang semestinya dapat disalurkan untuk membentuk masa depan yang lebih optimistis," ujar Klaus dilansir dari situs resmi www.weforum.org, Selasa (16/01/2024).
Mulai Senin 15 Januari hingga Jumat 19 Januari 2024, digelar pertemuan tahunan WEF atau Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. KTT ini dihadiri para pemimpin pemerintahan, bisnis, dan lembaga serta tokoh penting dari lebih 100 negara dan organisasi besar dunia.
Baca Juga
Lebih lanjut, Klaus menyampaikan, meskipun pernah menghadapi krisis serius di masa lalu, gelombang pesimisme saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Hal itu tak lepas dari kekuatan dan kehadiran media global dan teknologi komunikasi saat ini.
"Ini tidak seperti masa lalu. Kekuatan dan kehadiran media global dan teknologi komunikasi saat ini berarti bahwa setiap tantangan dan kemunduran diperkuat, semakin memperbesar rasa malapetaka dan kesuraman. Oleh karena itu, membangun kembali kepercayaan akan masa depan adalah hal yang terpenting," tandasnya.
Mirip Diagnosis Medis
Klaus membeberkan, pertanyaannya adalah di mana untuk memulai, mengingat keadaan hari ini rumit. Mirip dengan diagnosis medis, kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi dan mengatasi akar penyebab malapetaka kita.
"Kita berada pada momen penting dalam sejarah, namun kita masih berpegang pada solusi usang. Masalah yang rumit adalah fakta bahwa kita bergulat dengan banyak masalah secara bersamaan, yang semuanya saling berhubungan dan saling menguatkan. Tidak ada perbaikan cepat atau satu solusi untuk semua masalah. Ini tentang mengatasi semua gejala secara holistik," paparnya.
Baca Juga
Pengalihan Rute Kapal Tanker di Laut Merah Berpotensi Kerek Harga Minyak
Narasi holistik ini membutuhkan kerja sama global, nasional, dan lokal, terutama di dunia yang semakin kompetitif dan multipolar. Dunia kini ditandai dengan tumbuhnya perpecahan sosial dan ketidakpastian yang meluas.
"Percakapan terbuka dan transparan dapat mengembalikan kepercayaan timbal balik antara individu dan bangsa yang takut akan masa depan mereka sendiri, memprioritaskan kepentingan mereka sendiri. Dinamika yang dihasilkan mengurangi harapan di masa depan yang lebih cerah," paparnya.
Klaus mengatakan, untuk menghindari dinamika yang didorong oleh krisis, perlu bersama-sama mendorong kerja sama. Kita perlu kepercayaan dan visi bersama untuk masa depan yang lebih cerah, kita harus menciptakan narasi positif yang membuka peluang yang disajikan oleh titik balik bersejarah ini.

