World Economic Forum Berakhir, Presiden WEF: Berhasil Buka Ruang Diplomasi di Lanskap Keamanan yang Memburuk
JAKARTA, Investortrust.id – Ajang World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss dianggap telah mampu memberikan ruang bagi diplomasi di tengah lanskap keamanan dunia yang memburuk. Forum Ekonomi Dunia yang telah berakhir pada Jumat (19/1/2024) dan dihadiri oleh sekitar 350 tokoh pimpinan negara, pimpinan kementerian hingga pimpinan perusahaan global tersebut telah mampu mendorong semangat solidaritas dan kerja sama, termasuk di antara mereka yang memiliki pandangan berbeda.
Pernyataan ini disampaikan oleh Børge Brende selaku Presiden World Economic Forum saat memberikan closing remaks berakhirnya ajang Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos, Swiss, Jumat (19/1/2024) waktu setempat.
“Tuan rumah pertemuan tahunan ini telah berhasil menyatukan tiga ribu pemimpin, termasuk 350 kepala negara dan pemerintahan serta menteri, hadirnya pemimpin pemerintah teratas bersama dengan CEO dari berbagai industri besar, telah mendorong semangat solidaritas dan kerja sama, bahkan di antara mereka yang memiliki pandangan berbeda,” kata Brende yang ditayangkan di laman resmi weforum.org.
“Forum ini juga telah melanjutkan tradisinya dalam memberikan ruang bagi diplomasi. Lebih dari 80 penasihat keamanan nasional dari pemerintah dan organisasi internasional bertemu di Davos sebelum pertemuan untuk memajukan rancangan perdamaian,” imbuhnya. Masih menurut Brende, para pemimpin dari kawasan Timur Tengah ikut berkumpul dengan tujuan mendukung upaya menurunkan ketegangan dan memajukan jalan menuju perdamaian.
Baca Juga
Forum WEF Bisa Jadi Inspirasi untuk Siasati Tantangan Global
Dalam kesempatan tersebut Brende mengungkapkan sejumlah inisiatif telah diluncurkan dengan tujuan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kawasan.
Salah satunya ia menyebut inisiatif kemanusiaan dan investasi yang resilien, yang telah menghasilkan 50 komitmen yang akan mendorong dampak investasi, dan membuka potensi lebih dari US$ 15 miliar di pasar antar negara. Pertemuan ini menurut Brende difokuskan pada upaya membangkitkan pertumbuhan yang dapat memperkuat ekonomi dan masyarakat.
Brende juga menyebut inisiatif lainnya yang bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan di masa depan, yang didukung oleh kerangka kerja baru yang diharapkan mampu melampaui pertumbuhan GDP. Inisiatif ini diharapkan menjadi kampanye untuk membantu pembuat kebijakan dan ekonom membagikan ide-ide baru dan best practices untuk menyeimbangkan pertumbuhan dengan tujuan dari inovasi, inklusi, keberlanjutan, dan ketahanan.
Presiden World Economic Forum, Børge Brende (berdiri, paling kiri) memberikan closing remarks pada sesi penutupan: The Road Ahead pada Pertemuan Tahunan World Economic Forum 2024 yang digelar di Davos-Klosters, Swiss, Jumat (19/1/2024) waktu setempat. Foto: World Economic Forum/Benedikt von Loebell.
Sementara itu inisiatif perdagangan teknologi global telah menjabarkan visi untuk penggunaan teknologi secara kolaboratif dalam perdagangan global, demi membuka potensi triliunan dolar dalam perdagangan. “Wawasan baru tentang masa depan fintech global membentuk pakta untuk pertumbuhan yang tangguh dan inklusif dalam industri tersebut, sekaligus memberikan pandangan tentang peluang bagi perusahaan dan pemerintah untuk bersama-sama menciptakan generasi berikutnya dari strategi-strategi industri (yang ada),” ujarnya.
Berikutnya disampaikan Brende bahwa para partisipan di World Economic Forum telah membuat kemajuan signifikan dalam aksi iklim, perlindungan alam, dan transisi energi.
“Koalisi Pembuka Jalan Pertama telah berkembang menjadi hampir 100 perusahaan telah memberikan sinyal permintaan terbesar untuk terobosan Teknologi Iklim di sektor industri tinggi emisi, seperti baja dan semen,” urai Brende.
Peserta Pertemuan Tahunan World Economic Forum 2024 dari berbagai negara berfoto bersama pada Jamuan Makan Siang Perpisahan di area luar ruang Schatzalp pada sesi penutupan World Economic Forum 2024 di Davos-Klosters, Swiss, Jumat, (19/01/2024). Foto: World Economic Forum/Michael Calabrò.

