Di Forum Bisnis RI-Australia, Airlangga Jelaskan Visi Indonesia Emas 2045
Melbourne, investortrust.id – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan para pelaku usaha Indonesia dan Australia dalam Dialog dan Resepsi Bisnis di Park Hyatt Melbourne, Selasa (5/3/2024). Di hadapan pengusaha, Airlangga menegaskan peran penting Indonesia dalam perdagangan dan kerja sama regional, karena mewakili 50% dari kekuatan ekonomi dan populasi di ASEAN. Selain itu, juga memaparkan Visi Indonesia Emas 2045.
“Kami adalah negara dengan perekonomian kepulauan yang luas dan terletak di jantung jalur perdagangan global, dengan bonus demografi menempatkan Indonesia sebagai pintu gerbang menuju ASEAN,” ujar Menko Airlangga.
Dia menegaskan, Australia telah dan akan selalu menjadi mitra penting bagi Indonesia. Pada tahun 2023, Foreign Direct Investment (FDI) Australia di Indonesia tumbuh 4,0% atau setara US$ 545,2 juta, dengan jumlah proyek yang terlibat meningkat signifikan yaitu 200,6%.
Baca Juga
RI-Australia Kolaborasi Hilirisasi, Digitalisasi, dan Pendidikan
Secara total, Australia berada di peringkat 10 dari 168 negara yang berinvestasi di Indonesia. Kontribusinya mencakup 1,1% dari total FDI yang sebesar US$ 50,268 miliar pada tahun 2023.
Airlangga juga menekankan kembali visi perekonomian Indonesia 2045 sebagai negara berpendapatan tinggi dalam 20 tahun ke depan. “Penguatan integrasi ekonomi lintas batas memainkan peran penting dalam strategi pertumbuhan. Untuk itu, Indonesia membuka diskusi aksesi dengan OECD dan CP-TPP, mempercepat kesepakatan dengan Uni Eropa serta terlibat aktif pada Indo Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF). Instrumen-instrumen ini memberikan peta jalan yang komprehensif untuk meningkatkan investasi berkualitas dan pertumbuhan yang didorong oleh ekspor serta akan membuka kerja sama dan akses pasar ke blok-blok ekonomi besar,” ungkapnya.
Dia juga kembali mendorong kolaborasi yang lebih kuat pada sektor-sektor penting, khususnya yang membuka peluang dalam rantai nilai energi dan pertanian berkelanjutan, kendaraan listrik dan manufaktur teknologi, pendidikan, pemanfaatan potensi sumber daya maritim, termasuk pengembangan Proyek Ibu Kota Negara (IKN) Baru.
Pada kesempatan tersebut Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams menjelaskan, tahun ini, hubungan diplomatik Indonesia dan Australia memasuki usia ke-75. “Kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral pada berbagai sektor,” ujar Penny.
Dia menambahkan, Australia akan mendukung aksesi keanggotaan Indonesia pada OECD dan CPTPP, dan akan bekerja sama dengan lembaga terkait sebagai tindak lanjut MoU Indonesia-Kamboja Electric Vehicles.
Pada kesempatan tersebut, Acting Chairman Kamar Dagan dan Industri (Kadin) Indonesia juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi penanda keeratan kerja sama Indonesia-Australia. Kadin bersama mitra usaha dari Australia akan berkolaborasi dalam peningkatan hubungan kerja sama kedua negara, di antaranya peningkatan kapasitas UMKM, kerja sama pasokan critical mineral, pengembangan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, dan menjajaki kerja sama maritim di masa depan.
Forum bisnis yang mengusung tema “Embrace the Future” terselenggara melalui kerja sama Kadin Indonesia dengan Business Council of Australia (BCA), Indonesia Australia Business Council (IABC/AIBC), Australia Chamber of Commerce and Industry (ACCI) dan Fitzpatrick Advisors.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya yakni Duta Besar Indonesia di Canberra, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Meogiarso, Deputi Kerja sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Chair of Kadin Advisory, dan Acting Chairman Kadin.
