Rupiah Dibuka Melemah Selasa Pagi, Pengamat Ungkap Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah dibuka melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (20/02/2024) pagi ke level Rp15.642 per dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya pada penutupan perdagangan Senin (19/02/2024) sore kemarin, rupiah melemah berada di level Rp15.632 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pengamat rupiah Ibrahim Assuaibi melihat salah satu sentimen internal yang mendorong posisi rupiah ialah disebabkan kondisi pasar yang terus mengamati Hasil Survei Penjualan Eceran oleh Bank Indonesia (BI).
Berdasar rilis BI sendiri secara bulanan pertumbuhan penjualan eceran diprakirakan terkontraksi 1,0% (m to m). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan 4,9% (m to m).
Lebih lanjut Ibrahim melihat penurunan tersebut sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur tahun baru serta faktor cuaca.
Sementara dari faktor sentimen eksternal, Direktur Utama PT Laba Forexindo Berjangka tersebut juga menimbang peluang penurunan acuan suku bunga The Fed pada Maret 2024 mendatang. Dana Fed berjangka memperkirakan hanya ada 10,5% peluang penurunan suku bunga di bulan Maret, dan 33,7% kemungkinan pelonggaran di bulan Mei, demikian dilansir FedWatch Tool dari CME Group.
Sementara di Asia, pasar China memulai kembali perdagangan dengan hati-hati, karena para pedagang menunggu perkembangan peningkatan belanja selama liburan Tahun Baru Imlek selama sepekan, apakah akan bertahan dalam beberapa pekan mendatang.
Ibrahim Assuaibi memprediksi perdagangan hari ini rupiah akan mengelami fluktuasi. Dan pada penutupan perdagangan sore nanti, Ibrahim memprediksi rupiah masih akan melemah di rentang Rp15.610 - Rp15.670 per dolar AS.

