BPS: Harga Beras Masih Alami Inflasi, Tapi Mulai Melemah
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga beras yang masih mengalami inflasi pada Maret 2024. Beras masih mengalami inflasi secara bulanan pada 2,63% dan memberi andil 0,09%.
“Mundurnya masa tanam yang diikuti masa panen berdampak pada pola pembentukan harga beras,” kata Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, di kantornya, Jakarta, Senin (1/4/2024).
Amalia mengatakan pada awal tahun lalu, harga beras mengalami tiga kali peningkatan inflasi bulanan pada Januari, Februari, dan Maret 2023. Pada tiga bulan tersebut, inflasi beras mengalami kenaikan masing-masing, 2,3%, 2,34%, dan 2,63%.
“Selama periode April 2023 sampai dengan Maret 2024, inflasi beras sempat naik tinggi di bulan September 2023, saat terjadi El Nino dan pembatasan ekspor beras di pasar global,” kata dia.
Inflasi mulai mengalami kenaikan signifikan pada Februari 2024, sebelum terjadinya panen raya. Pada Maret 2024, kata Amalia, tekanan inflasi beras mulai melemah seiring dengan mulainya panen raya.
Baca Juga
Kenaikan Harga Perhiasan Emas Dominan Beri Andil Inflasi Inti
“Artinya terjadi peningkatan produksi beras di domestik,” kata dia.
Menurut Amalia, penyumbang utama inflasi Maret 2024 justru karena kenaikan harga telur dan daging ayam ras. Harga dua komoditas ini masih mengalami inflasi yang relatif tinggi dan cenderung meningkat dibanding bulan sebelumnya.
“Hal ini tentunya salah satu faktor penyebabnya adalah meningkatnya permintaan saat Ramadan. Yang artinya ada tekanan dari sisi permintaan,” kata dia.
Amalia mengatakan seiring dengan kenaikan potensi kenaikan produksi jagung pada Maret 2024, dia berharap terjadi penurunan pada harga pakan ternak. Dengan begitu, harga daging ayam ras dan telur ayam ras diharapkan bisa ikut turun.
Seperti diketahui, penyumbang utama inflasi Maret 2024 secara bulanan month on month (mtm) adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini memberi andil 0,41% terhadap inflasi bulanan yang menyentuh angka 0,52%. Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit, dan bawang putih.
Telur ayam ras memberi andil inflasi sebesar 0,09%, daging ayam ras memberi andil inflasi sebesar 0,09%, beras memberi andil inflasi sebesar 0,09%, cabai rawit memberi andil inflasi sebesar sebesar 0,02%, dan serta bawang memberi andil inflasi sebesar 0,02%.

