Impresif! Rupiah Ditutup Menguat Didorong Keputusan The Fed hingga KPU
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah secara impresif ditutup menguat dalam perdagangan spot Kamis (21/3/2024) sore. Rupiah menguat 54 poin ke level Rp 15.669 per USD, dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp15.723 per USD.
Nilai tukar mata uang Garuda terhadap greenback juga menguat berdasarkan data kurs Jisdor yang dirilis Bank Indonesia, Kamis (21/3/2024) sore. Rupiah menguat ke level Rp 15.662 per USD, setelah sebelumnya berada di posisi Rp 15.727 per USD.
Pengamat rupiah yang juga Direktur Utama PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi melihat, keputusan The Fed mempertahankan suku bunga menjadi salah satu sentimen pendorong melemahnya indeks dolar. "Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil seperti yang diharapkan. Selain itu, para pembuat kebijakan masih memproyeksikan penurunan suku bunga AS sebanyak tiga kali pada tahun ini. bahkan ketika inflasi tetap tinggi," ujar Ibrahim.
Prospek Ekonomi AS Naik
Proyeksi ekonomi triwulanan The Fed yang diperbarui menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi -- tidak termasuk makanan dan energi -- meningkat sebesar 2,6% pada akhir tahun, dibandingkan dengan 2,4% dalam proyeksi yang dikeluarkan bank sentral AS pada Desember tahun lalu. "Pandangan kebijakan baru juga meningkatkan prospek perekonomian AS," ucapnya.
Kemudian, para pengambil kebijakan kini memperkirakan pertumbuhan sebesar AS 2,1% tahun ini, dibandingkan dengan 1,4% yang diproyeksikan pada Desember lalu. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan berakhir pada tahun 2024 sebesar 4%, dibandingkan 4,1% yang diperkirakan pada akhir tahun lalu.
Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bahkan dengan kekuatan yang tidak terduga dalam data harga konsumen baru-baru ini, pandangannya adalah bahwa inflasi akan bergerak turun secara bertahap dan berada dalam jalur yang agak bergelombang. Namun, bank-bank sentral utama sebagian besar mengambil langkah yang sama, karena mereka berencana menurunkan suku bunga untuk memacu pertumbuhan lantaran perekonomian melambat dan inflasi terus melambat.
KPU Tetapkan Hasil Pemilu
Pengamat rupiah tersebut juga melihat penetapan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 oleh KPU menjadi salah satu sentimen yang mendorong kepercayaan pasar terhadap stabilitas rupiah. KPU mengumumkan hasil penetapan rekapitulasi suara Pemilu 2024 pada Rabu (20/3/2024) malam. Pasangan calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) RI nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, ditetapkan meraih suara terbanyak dalam Pilpres 2024.
Baca Juga
Jumlah suara sah secara nasional mencapai 164.227.475, sebagaimana tercantum dalam formulir model D Hasil Nasional PPWP. Jumlah suara sah pasangan presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebanyak 40.971.906 suara. Jumlah suara sah pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebanyak 96.214.691 suara. Sedangkan
jumlah suara sah pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebanyak 27.040.878 suara.
Meski sempat terjadi aksi demonstrasi di depan KPU saat pengumuman penetapan hasil pemilu 2024, pengamat menilai hal tersebut tidak berdampak berarti terhadap kondisi pasar. "Demonstrasi massa dalam kondusi kondusif dan tidak terjadi huru-hara, sehingga kondisi kondusif ini membuat pasar merespon positif hingga mata uang Garuda menguat," kata Ibrahim.

