Ekonomi Indonesia Bakal Melesat pada 2026, Gubernur BI Beri Catatan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memperkirakanperekonomian Indonesia mencapai puncak pertumbuhan alias melesat pada 2026, diikuti booming sektor keuangan pada 2027. Ekonomi akan meroket setelah menyentuh titik terendah (bottom line) pada era pandemi.
“Siapa pun yang terpilih sebagai pemerintahan baru nanti pasti akan mengerti bahwa ekonomi sedang naik, karena siklus ekonomi kita bottom-nya kan saat terjadi Covid. Nah, sekarang sedang naik,” tutur Perry dalam focus group discussion dengan para pemimpin redaksi media massa bertajuk “Sinergi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasonal” di Bandung, Sabtu (03/02/2024).
Baca Juga
Perry Warjiyo Sebut Ekonomi Dunia Sedang Mengalami Fragmentasi dan Perubahan Siklus, Apa Maksudnya?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada 2019 tumbuh 5,02% (year on year/yoy). Saat Covid-19 berkecamuk pada 2020, produk domestik bruto (PDB) Indonesiaterkontraksi alias minus 2,07%.
Namun, pada 2021 dan 2022, ekonomi Indonesia masing-masing tumbuh 3,69% dan 5,4%. Pada 2023, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh di kisaran 5%. Dalam APBN 2023, asumsi pertumbuhan ekonomi dipatok 5,3%, sedangkan dalam APBN 2024 ditetapkan sebesar 5,2%.
Hasil riset BI, menurut Perry Warjiyo, menunjukkan bahwa siklus ekonomi Indonesia berlangsung dalam lima tahunan. Berpijak pada bottom line ekonomi saat terjadi pandemi Covid (2020), BI semula memperkirakan perekonomian nasional bakal melesat pada 2025.
Tetapi akibat fragmentasi global, kata Gubernur BI, perekonomian nasional diprediksi baru bisa tumbuh pesat pada 2026. “Dulu kami perkirakan bisa loncat ya pada 2025. Tapi karena ada fragmentasi global, naiknyaagak pelan-pelan, supaya turunnya juga enak kan? Ini bukan nujum, lho. Ini hasil riset kami,” tandas dia.
Booming Sektor Keuangan
Perry menambahkan, biasanya sektor keuangan mengikuti siklus perbaikan ekonomi setahun setelahnya. “Jadi, sektor keuangan diperkirakan mencapai puncaknya pada 2027. Kredit akan terus tumbuh sampai 12% tahun ini, tahun depan bisa 11-13%. Siklusnya begitu,” tegas dia.
Gubernur BI mengemukakan, bersamaan terjadinya fragmentasi demografi, lanskap bisnis di Indonesia ikut berubah. Demografi Indonesia yang didominasi kalangan milenial dan Gen Z bakal memengaruhi pola konstruksi, pola bisnis, pola keuangan, dan pola digitalisasi di Tanah Air.
“Demografi kita kan kurang lebih 70% milenial, setiap tahun mungkin naik 1-2%, sehingga milenial dan Gen Z akan mendominasi populasi kita, pucaknya pada 2040,” ujar dia.
Baca Juga
Pola Bisnis, Perdagangan, dan Investasi Sedang Berubah di Seluruh Dunia, Ini Pesan Gubernur BI
Perry mengungkapkan,pola konsumsi generasi milenial atau Gen Y (lahir 1977-1994) dan Gen Z (1995-2010) berbeda dengan generasi baby boomers (1946-1964) dan Gen X (1965-1976).
“Milenial tentu saja planning-nya tidak akan panjang, pola konsumsinya lebih kepada services, travelling, gitu kan? Pola bisnisnya akan berubah. Ini yang harus dipahami para pengambil kebijakan dan para pebisnis,” papar dia.

