Cadangan Devisa Oktober 2026 Naik ke US$ 146,8 Miliar
Poin Penting
|
SABANG, Investortrust.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan kenaikan cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026. Per akhir bulan kesepuluh itu, cadangan devisa Indonesia naik US$ 500 juta menjadi US$ 146,8 miliar.
Pertumbuhan posisi cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Ini terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi.
Disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (6/11/2026), posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2026 setara pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi cadangan devisa ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Baca Juga
Cadangan Devisa Indonesia September 2026 Turun Tipis Jadi US$ 146,3 Miliar
Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
BI akan terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
