Menkeu Suahasil Ajak Kadin Indonesia Wujudkan Pertumbuhan Investasi 7% pada 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengajak dunia usaha untuk memperkuat investasi melalui sinergi pemerintah dan Danantara. Ajakan ini untuk mencapai pertumbuhan target pertumbuhan investasi yang perlu tumbuh 7% pada 2027.
Suahasil mengatakan belanja APBN sejatinya hanya berkontribusi sekitar 15% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp 25.000 triliun. Sisanya, merupakan hasil kontribusi dari konsumsi masyarakat, diikuti investasi dari dunia usaha, serta angka ekspor.
“Karena itu, investasi memang harus tumbuh 7% tahun depan. Bapak dan Ibu para anggota Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia memegang peranan penting untuk menumbuhkan investasi ini, karena investasi itu yang dilakukan oleh Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Suahasil, saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, kata Suahasil, APBN berperan sebagai instrumen kebijakan fiskal untuk mendukung aktivitas ekonomi, menjaga daya beli dan melindungi masyarakat, serta membangun kepercayaan. Peran tersebut dijalankan melalui pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, penguatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberian insentif fiskal.
Selain APBN, menurut Suahasil, Danantara berperan sebagai katalis investasi untuk memobilisasi modal strategis dan mendorong keterlibatan sektor swasta.
Dia memandang kebijakan fiskal melalui APBN dan kebijakan investasi negara melalui Danantara sebagai dua instrumen yang saling melengkapi dalam menciptakan pondasi dan peluang bagi dunia usaha untuk meningkatkan investasi.
Baca Juga
Imbal Hasil SBN 10 Tahun Tembus 7,64%, Menkeu Pastikan APBN yang Kredibel
Dalam paparannya, Suahasil juga menyoroti peran penting UMKM dalam perekonomian nasional. UMKM disebut mencakup sekitar 99% dari unit usaha di Indonesia, dan berkontribusi sekitar 60% terhadap PDB, serta menyerap sekitar 97% tenaga kerja.
Untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM, pemerintah memberikan dukungan melalui berbagai instrumen, antara lain bantuan produktif, insentif pajak, Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan ultra mikro, dan penjaminan ekspor.
Agar peluang investasi dapat dimanfaatkan secara optimal, Suahasil menekankan pentingnya ekosistem usaha yang kondusif. Hal ini mencakup terjaganya pasar domestik dan daya beli masyarakat, ketersediaan likuiditas dan modal kerja, biaya pendanaan yang kompetitif, serta kemudahan dan kepastian berusaha.
Konsistensi kebijakan dan keselarasan regulasi juga diperlukan untuk memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam menjalankan kegiatan produksi dan mengambil keputusan investasi.
Suahasil menegaskan bahwa pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, akan terus menjaga APBN sebagai instrumen yang mendorong pertumbuhan, melindungi masyarakat, dan menjaga kepercayaan.
“Danantara dan dunia usaha, yaitu Ibu dan Bapak sekalian akan menerjemahkannya menjadi investasi, menjadi produksi, menjadi lapangan kerja dan menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dan inilah sinergi kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan serta menjaga stabilitas ekonomi,” ucap dia.
