Prasasti Sebut Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI Ada pada Kualitas Institusi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia dinilai perlu memperkuat kualitas institusi, menciptakan kapasitas regulasi, dan meniaga persaingan usaha yang adil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Langkah itu penting agar potensi sumber daya alam (SDA), pasar domestik, dan talenta nasional dapat terus berkembang menjadi sumber kemakmuran yang lebih luas.
Board of Advisors Prasasti Center for Policy Studies Burhanuddin Abdullah mengungkapkan, tantangan Indonesia bukan sekadar menarik investasi, melainkan memastikan dunia usaha mampu berkembang, meningkatkan produktivitas, berinovasi, dan bersaing di pasar global.
“Pemerintah dapat menetapkan arah, tetapi lembaga-lembaga mengubah ambisi menjadi pencapaian. Kita harus melampaui perdebatan antara negara dan pasar. Pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana keduanya dapat bekerja sama dengan lebih baik,” ujarnya, dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026, di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga
Anindya Bakrie Ungkap Sektor 'Raksasa' US$ 60 Miliar yang Bisa Bikin Ekonomi RI Tembus 8%
Menurut Burhanuddin, keputusan pemerintah, pelaku usaha, pengusaha, dan pekerja memiliki peran penting dalam menentukan arah pertumbuhan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan aturan yang jelas, regulasi yany dapat diprediksi, persaingan yang adil, serta institusi yang kuat untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Indonesia, kata dia, memiliki sekitar 26,4 juta perusahaan. Secara keseluruhan, perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) berkontribusi 95% terhadap nilai tambah perekonomian, sementara sektor swasta sendiri menyumgang sekitar 90%.
Meski begitu, Burhanuddin menilai, masih banyak perusahaan yang perlu didorong agar mampu mencapai skala usaha yang lebih besar. Pengembangan skala bisnis tersebut diperlukan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat inovasi, dan meningkatkan saya saing Indonesia di tingkat global.
“Tantangannya bukan hanya menarik investasi. Kita harus membantu bisnis berkembang, mengembangkan bakat Indonesia, memperkuat rantai pasok domestik, dan bersaing di pasar yang lebih besar,” katanya.
Baca Juga
Wamenko Perekonomian Tantang Bank Dunia: Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6% pada 2027
Menurut Burhanuddin, kebijakan industri perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas dunia usaha, mendorong inovasi, dan memastikan persaingan berlangsung secara adil. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tak hanya tercermin dari peningkatan output, tapi juga dari terciptanya lapangan kerja produktif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyatakan, kemakmuran akan lebih mudah tercapai ketika kesempatan ekonomi terbuka luas, persaingan berjalan secara sehat, dan pelaku usaha memiliki kapasitas dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
Kondisi tersebut akan mempengaruhi keputusan perusahaan untuk berinvestasi, memperluas usaha, serta menciptakan peluang kerja dengan upah yang lebih baik.
“Pada akhirnya, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan, tetapi dari bisnis yang lebih kuat dan lebih banyak orang Indonesia yang mendapatkan pekerjaan produktif dan bergaji lebih baik,” ucapnya.
