Indeks Keyakinan Konsumen Turun ke 118,1 pada September 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru menunjukkan kenaikan 1,7 poin, dari 118,5 pada Agustus 2026 menjadi 118,1 pada September 2026.
Survei tentang keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ekonomi pada masa mendatang. Dengan angka per September 2026, IKK telah turun sebesar 7,1 poin dibandingkan angka awal tahun yang sebesar 127.
"Survei Konsumen Bank Indonesia pada September 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga" kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Berdasarkan pengeluaran konsumen, IKK September 2026 turun di sebagian besar kelompok. IKK pengeluaran Rp 1-2 juta turun dari 108,2 menjadi 107,1. IKK pengeluaran Rp 3,1-4 juta turun dari 117,5 menjadi 113,8. IKK untuk pengeluaran di atas Rp 5 juta turun dari 123,9 menjadi 123,5.
Baca Juga
BI: Indeks Keyakinan Konsumen Juli 2026 Turun, Tapi Masih Optimistis
Sementara itu, IKK kelompok pengeluaran Rp 2,1-3 juta naik dari 111,3 menjadi 111,6. Di sisi lain, IKK kelompok pengeluaran Rp 4,1-5 juta naik dari 118,9 menjadi 122,2 mengalami kenaikan IKK.
Secara spasial, IKK mengalami penurunan terbesar terjadi di Semarang, Mataram, dan Ambon. Sementara peningkatan IKK terjadi terutama terjadi di Pontianak.
Denny menjelaskan perkembangan keyakinan konsumen pada itu dipengaruhi oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE).
IEK tercatat sebesar 128,7 atau meningkat dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 127,6. Kendati demikian, IKE tercatat di 107,5 atau turun dari level 109,4 pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan kondisi keuangan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi mengalami kenaikan dari 74,2% menjadi 74,9%. Sebaliknya, proporsi pendapatan untuk tabungan atau yang disimpan dari 15,8% menjadi 15,4% dan pembayaran cicilan atau utang turun dari 10% menjadi 9,7%.
