Kepala BPS: Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tak Selalu Berbasis Pertambangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan tentang perlunya inovasi dan pemanfaatan teknologi atas sumber daya alam lokal. Dengan adanya inovasi dan teknologi ini, suatu daerah tak melulu bergantung pada perekonomian yang bersifat ekstraktif.
"Jadi intinya adalah kalau daerah itu mau tumbuh tinggi tidak perlu harus berbasis tambang," ujar Amalia, saat Mata Lokal Fest 2026, di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Amalia mengatakan bahwa inovasi dan pemanfaatan teknologi dapat memberi nilai tambah dari sumber daya alam lokal.
Baca Juga
Harga Beras Premium Naik 10,52% Setahun, BPS Ungkap Dampaknya
Amalia memberi contoh ada dua kabupaten yang mampu mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6%. Salah satunya, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pada semester I-2026, pertumbuhan Ngawi mencapai 8,14% secara tahunan.
"Karena ternyata ekonomi Ngawi saat ini ditopang oleh inovasi pertanian yang sedang berkembang," ujar dia.
Inovasi tersebut berupa perluasan penerapan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan 2.0 oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi. Inovasi dilakukan di sekitar 35 ribu hektare lahan. Komoditas yang dihasilkan dari pertanian cerdas ini adalah melon kualitas premium.
"Kemudian mereka juga melakukan transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi smart farming termasuk penggunaan drone yang digerakkan oleh komunitas petani muda," ujar dia.
Baca Juga
Selain Ngawi, pengembangan teknologi juga muncul di Kabupaten Sindenreng Rappang atau Siddrap. Pertumbuhan ekonomi di wilayah provinsi Sulawesi Selatan tersebut mencapai 6,85% secara tahunan.
"Apa yang dilakukan oleh pemerintahnya?. Perekonomian kabupaten Sidrap mendorong produktivitas tanaman pangan dan juga peternakan serta kemudian melakukan optimalisasi perkebunan porang yang tidak hanya berhenti pada perkebunan tapi dia kemudian mengundang investor untuk melakukan produksi beras porang," ujar dia.
Pertumbuhan ekonomi semester I-2026 mencapai 5,45%. Salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada periode ini yaitu Maluku Utara.
"Tapi kalau kita lihat pertumbuhan ekonominya yang tinggi, paling tinggi pertumbuhan ekonominya yang menyentuh double digit saat ini adalah Maluku Utara. Karena Maluku Utara dia lagi aktif melakukan hilirisasi dari tambang yang antara lain yang fokusnya adalah hilirisasi dari nikel," kata dia.
Pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara per semester I-2026 mencapai 17,43% secara tahunan. Setelah itu terdapat Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 10,42% secara tahunan, dan Kepulauan Riau pertumbuhan ekonomi 7,02% secara tahunan.
