Anindya Bakrie Ungkap 3 Kunci Hadapi Gejolak Geoekonomi Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan tiga kunci yang perlu diperkuat dunia usaha dan pemerintah dalam menghadapi gejolak geoekonomi global yang semakin kompleks.
Ketiga kunci tersebut, yaitu kepastian berusaha, penguatan industri pertahanan sebagai penggerak ekonomi, serta ketahanan ekonomi sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Anindya menyampaikan hal itu secara daring dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Politik dan Keamanan Kadin Indonesia Tahun 2026.
“Perang yang belum usai di berbagai kawasan, gangguan di Selat Hormuz, hingga perang dagang dan embargo teknologi menunjukkan satu hal, yaitu tantangan geopolitik hari ini telah berubah menjadi tantangan geoekonomi,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga
Kadin Gandeng Russian Export Center, Genjot Perdagangan Pertanian RI–Rusia
Dia mengatakan, dampak gejolak global tersebut telah terasa di dalam negeri, antara lain melalui kenaikan biaya energi dan logistik serta tekanan terhadap nilai tukar.
Anindya menyebut harga minyak Brent Crude sempat meningkat hingga 73,8% dibanding harga sebelum perang. Sementara itu, ongkos logistik dari Asia ke Eropa naik hingga 70% dan dolar menguat terhadap rupiah hingga 10%-12%.
Menurutnya, kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap rantai pasok (supply chain) pelaku usaha Indonesia, mulai dari korporasi besar hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Karena itu, bagi dunia usaha hari ini, politik dan keamanan menjadi fondasi yang paling penting untuk lingkungan kita,” kata Anindya.
Kepastian Berusaha
Anindya menempatkan kepastian berusaha sebagai kunci pertama. Investor membutuhkan kepastian hukum, perizinan, keamanan lahan, serta keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Di tengah dunia yang serba tidak pasti, kita harus mengupayakan kepastian hukum, keamanan perizinan, kebijakan, dan juga aman serta nyamannya berusaha,” ucapnya.
Baca Juga
Kadin Indonesia Partners With Russian Export Center to Boost Agricultural Trade and Technology
Pertahanan Jadi Penggerak Ekonomi
Kunci kedua adalah menjadikan industri pertahanan sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional. Penguatan industri pertahanan sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kemandirian pertahanan sekaligus memperkuat industri dalam negeri.
Anindya menilai, sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta, peningkatan kandungan lokal, serta mekanisme investasi yang kelas dapat membuat belanja pertahanan memberikan dampak lebih luas terhadap industri nasional.
“Kita bisa belajar dari negara seperti Turkiye, India, yang mempunyai industri pertahanan lebih dari US$ 20 miliar dan kandungan lokalnya sangat tinggi. Ini berdampak tidak hanya bagi ekonomi nasional, tapi juga kemandirian pertahanan,” ujarnya.
Ketahanan Ekonomi
Kunci ketiga adalah memperkuat ketahanan ekonomi sebagai bagian dari ketahanan nasional. Anindya menilai ketahanan pangan, energi dan sektor digital, termasuk keamanan siber serta kedaulatan data, kini memiliki posisi strategis yang tidak kalah penting dari kekuatan militer.
“Dan dunia harus selalu memiliki kekuatan ekonomi, industri jasa perdagangan yang berkaitan dengan ketahanan nasional,” katanya.
Anindya menjelaskan, ketahanan nasional berawal dari ekonomi yang kuat, didukung keamanan berusaha, dan diwujudkan melalui industri pertahanan yang berdaulat.
“Di sinilah Kadin hadir sebagai mitra strategis pemerintah untuk merealisasikannya,” ucapnya.
