Buka Agrinex Expo 2026, Menko Zulhas dan Anindya Bakrie Tegaskan Kedaulatan Pangan Kunci Ekonomi Naik Kelas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie resmi membuka ajang Agrinex Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Zulkifli Hasan alias Zulhas dalam sambutannya menyoroti ironi ketahanan pangan Indonesia setelah 81 tahun merdeka. Ia menegaskan bahwa urusan makan bukan sekadar pemenuhan perut, melainkan cerminan peradaban dan kehormatan sebuah bangsa.
"Makan itu akan mencerminkan peradaban satu negara. Setelah 81 tahun kita merdeka, urusan makan ini kita masih tergantung sama negara lain. Padahal ini persoalan yang sangat penting dan mendasar," ujarnya.
Zulhas merinci data impor komoditas strategis pada tahun 2024, di antaranya impor beras mencapai 4,5 juta ton, terigu dan gandum 13 juta ton, gula 6 juta ton, daging sapi 1 juta ekor, kedelai 3 hingga 4 juta ton, serta garam 3 hingga 4 juta ton. Menurutnya, ketergantungan ini berdampak langsung pada rendahnya produktivitas petani lokal akibat tidak berpihaknya sistem harga di masa lalu.
Kendati demikian, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat melakukan perbaikan struktural jangka pendek maupun panjang. Ia memaparkan, langkah optimalisasi tata kelola irigasi dan pemangkasan aturan birokrasi pupuk telah mendongkrak serapan pupuk subsidi dari 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton.
Hasilnya, pada tahun 2025 Indonesia berhasil mencatatkan surplus beras sebesar 4,2 juta ton dan menyetop impor beras.
Tidak hanya beras, pemerintah juga mengoreksi kebijakan harga gabah tanpa syarat ketat kadar air yang kerap merugikan petani, serta menaikkan Nilai Tukar Petani (NTP) padi dan jagung. Pemerintah kini juga memfokuskan intervensi serupa untuk mendongkrak kesejahteraan nelayan dan peternak, serta mengintegrasikan rantai pasok pangan dengan UMKM melalui program Koperasi Desa Merah Putih serta skema bunga kredit lunak KUR 6% dan pembiayaan Mekaar 8%.
"Kalau sebagian besar rakyat kita tangannya di bawah, tidak mungkin Indonesia maju. Oleh karena itu, swasembada pangan adalah harga mati untuk menjaga kehormatan 160 juta petani, nelayan, dan peternak kita," tegasnya.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie memuji kepemimpinan Menko Pangan yang berhasil menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah ketidakstabilan global yang melanda banyak negara maju di Eropa.
"Indonesia pada saat ini sangat bangga ketika di luar negeri banyak sekali ketidakstabilan terutama dari anak-anak muda, terutama di Eropa, dengan naiknya harga pangan dan biaya hidup, paling tidak Indonesia sangat terkendali dan ini dimulai dari kepemimpinan Bapak di bidang pangan," ungkapnya.
Agrinex Expo kali ini dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 23-25 Oktober 2026.
