Rupiah Dibuka Melemah Terset Ekspektasi Berlanjutnya Kenaikan Suku Bunga the Fed
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah kembali lanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (25/9/2026). Rupiah melemah sebesar 0,11% menjadi Rp 17.936 per dolar AS.
Sedangkan nilai tukar sejumlah mata uang di kawasan Asia bergerak beragam. Selain rupiah, pelemahan mata uang juga terjadi terhadap rupee India dan yuan China. Rupee melemah 0,23% dan yuan melemah 0,03%.
Baca Juga
IHSG Dibuka Rebound 0,27% Pagi Ini, Saham TRUK dan FORU Kembali Perkasa
Sementara itu, nilai tukar yen Jepang, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, peso Filipina, dolar Singapura, dan baht Tailan terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen menguat 0,23%, won menguat 0,62%, ringgit menguat 0,37%, peso menguat 0,09%, dolar Singapura menguat 0,01%, dan baht menguat 0,2%.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan bahwa investor masih mencerna hasil pertemuan antara Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, pada Kamis (25/9/2026). Pelemahan rupiah ini, kata dia, terjadi karena faktor eksternal yang saat ini lebih kuat. “Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS,” kata Lukman.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Gandeng Freeport, Perkuat Pasokan Emas Murni untuk Bisnis Bullion
Dengan indeks dolar dan imbal hasil obligasi AS, kata Lukman, terus menanjak oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga oleh the Fed pada Oktober 2026. Kenaikan prospek ini menyusul pidato hawkish beberapa pejabat the Fed semalam.
“Namun ada harapan kesepakatan AS-Iran dan harga minyak mentah dunia yang turun di pagi ini bisa menahan perlemahan yang lebih besar,” kata dia.
