Rupiah Tertekan Penguatan Dolar AS dan Gejolak Timur Tengah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Rupiah melemah 0,29% menjadi Rp 17.870 per dolar AS.
Hampir seluruh mata uang di Asia, berdasarkan data Bloomberg, bergerak melemah. Yuan China melemah 0,11%, won Korea Selatan melemah sebesar 0,44%, ringgit Malaysia melemah 0,25%, dolar Singapura melemah 0,07%, dan baht Tailan melemah 0,15%.
Baca Juga
Sementara itu, penguatan terpantau terjadi di dolar Hong Kong sebesar 0,01% dan yen Jepang sebesar 0,28%.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa rupiah yang melemah saat pembukaan terjadi karena penguatan dolar AS. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
“Sementara itu, harga minyak kembali melonjak setelah Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian,” kata Lukman.
Pemerintah AS telah meminta warga negaranya mempertimbangkan kembali perjalanan ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang dengan Iran. Tmur Tengah makin tegang setelah adanya serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.
Baca Juga
Departemen Luar Negeri AS memperingatkan bahwa konflik militer berpotensi meningkat dengan cepat. Warga Amerika yang berada di luar kawasan Timur Tengah diminta mempertimbangkan kembali perjalanan menuju atau melintasi kawasan tersebut.
“Konflik militer ini berpotensi meningkat dengan cepat,” begitu peringatan Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan melalui media sosial, Senin (21/9/2026).
