Rupiah Tersungkur ke Rp 17.888 per Dolar AS, Melemah 0,23%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah sebesar 0,23% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini membawa rupiah ke posisi Rp 17.888 per dolar AS.
Indeks dolar AS atau DXY naik 0,02% ke 100,45. Tekanan dolar ini menyebabkan sejumlah pelemah terhadap nilai tukar mata uang di kawasan Asia.
Yen Jepang melemah 0,1%, yuan China melemah 0,03%, dolar Singapura 0,02%, dan baht Tailan melemah 0,01%.
Sementara itu, rupee India menguat 0,06%, won Korea Selatan menguat 0,97%, dan ringgit Malaysia menguat 0,01%.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS menyusul pernyataan hawkish pejabat The Fed, Austan Deab Goolsbee.
Baca Juga
Rupiah Terjerumus di Rp 17.847 per Dolar AS, BI Beri Penjelasan
"Yang kembali meningkatkan ekspektasi suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi," kata Lukman.
Di sisi lain, kata Lukman, keputusan RDG BI besok yang diperkirakan mempertahankan suku bunga juga dapat membatasi dukungan terhadap rupiah.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar Rrpiah masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$100 per barel.
"Sehingga meningkatkan risiko inflasi global dan tekanan pada outlook fiskal," kata Erwin dalam keterangan resminya.
Erwin menjelaskan tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir serta arus keluar dana dari portofolio aset domestik.
BI, kata Erwin, akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya.
