Menkeu: Realisasi Rp 134,2 Triliun, Program MBG Semakin Tepat Sasaran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan bahwa realisasi program makan bergizi gratis (MBG) telah menelan dana senilai Rp 134,2 triliun selama delapan bulan pelaksanaannya. Menurutnya, realisasi MBG semakin membaik dari sebelumnya.
“Kita melihat bahwa program MBG, saat ini semakin tepat sasaran, didukung oleh reformasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang gencar diumumkan dalam beberapa waktu lalu,” kata Suahasil, saat konferensi pers APBN KiTa, di kantornya, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Suahasil mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendukung reformasi yang digarap BGN. Dia menyebut bahwa Kepala BGN Sudaryono telah berkoordinasi erat dengan Kemenkeu untuk reformasi birokrasi yang dilakukan.
“Karena BGN ketika melakukan reform itu ada hal-hal yang perlu kita 'setel',” ujar dia.
Baca Juga
Anggaran MBG Sudah Terserap Rp139,77 Triliun, Masih Ada Rp79 Triliun hingga Akhir Tahun
Suahasil menerangkan salah satu reformasi birokrasi yang dilakukan BGN di antaranya tentang kewajiban sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah, penataan sebaran MBG dan SPPG untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dengan angka stunting tinggi, serta prioritas pemberian MBG untuk kelompok balita, ibu hamil, dan menyusui, serta santri.
“Jadi, penataan-penataan ini semua adalah reformasi yang sangat baik, membuat menjadi lebih tepat sasaran,” ucap dia.
Per 31 Agustus 2026, BGN telah menyalurkan anggaran untuk 57 juta penerima manfaat melalui 27.485 SPPG. Dari jumlah tersebut, tedapat 46,2 juta siswa yang mendapatkan pemenuhan gizi. Sementara itu, penerima pemenuhan gizi non-siswa mencapai 10,8 juta orang.
BGN Realisasikan 63,89% Anggaran Program MBG dari Pagu
Saat rapat dengan Komisi IX DPR, Sudaryono menjelaskan bahwa BGN telah merealisasikan anggaran sebesar mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89% dari pagu yang tersedia sebesar Rp 218,77 triliun hingga 16 September 2026. Dari pagu tersebut, masih terdapat Rp79 triliun yang belum terealisasi untuk mendukung penyaluran MBG hingga akhir tahun.
Sudaryono mengatakan, capaian realisasi anggaran MBG perlu dilihat sejalan dengan proses pembenahan tata kelola program yang terus dilakukan BGN.
“Realisasi anggaran Program MBG sampai 16 September 2026 telah mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89% dari pagu Rp 218,77 triliun. Pada saat yang sama, kami terus melakukan pembenahan tata kelola agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran dan kualitas layanannya tetap terjaga,” ujar Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (17/9/2026).
Dari angka tersebut, realisasi Program Pemenuhan Gizi Nasional mencapai 63,89%, sedangkan Program Dukungan Manajemen mencapai 60,71%. Berdasarkan jenis belanja, realisasi belanja pegawai mencapai 64,33%, belanja barang 63,82%, dan belanja modal 71,03%. Sementara berdasarkan fungsi, realisasi fungsi ekonomi sebesar 61,28%, fungsi kesehatan 65,80%, dan fungsi pendidikan 63,68%.
Sementara itu, berdasarkan data penerima manfaat per 31 Agustus 2026, pelaksanaan MBG telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat atau 76,45% dari target 74,56 juta penerima manfaat, dengan selisih 17,56 juta penerima manfaat.
BGN menjelaskan bahwa data realisasi anggaran dan penerima manfaat menggunakan tanggal cut-off yang berbeda karena adanya penyelarasan siklus sinkronisasi bulanan data penerima manfaat. Pemisahan tersebut dilakukan untuk menjaga akurasi dan akuntabilitas dalam penyajian data program.
