Harga Cabai Rawit Melejit 27,54%, Naik di 260 Kabupaten/Kota
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Harga cabai rawit mengalami lonjakan signifikan pada pekan kedua September 2026. Berdasarkan pemantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga 11 September 2026, harga cabai rawit melonjak 27,54%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, kenaikan harga tersebut terjadi di banyak daerah. Tercatat sebanyak 260 kabupaten/kota mengalami peningkatan IPH cabai rawit pada periode tersebut.
"Kalau kita bandingkan dengan batas bawah dan juga batas atas HAP (harga acuan pembelian), maka kondisi di bulan September cukup jauh di atas batas atas HAP untuk cabai rawit," ucap Ateng dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara daring, Senin (14/9/2026).
Berdasarkan pemantauan BPS, terdapat sejumlah kabupaten/kota yang mencatat harga cabai rawit lebih dari 100% di atas HAP. Di Kabupaten Halmahera Utara, misalnya, harga cabai rawit tercatat mencapai 171% di atas HAP.
Baca Juga
Harga Cabai Rawit Naik 3,60%, Ada yang Tembus hingga Rp200.000 per Kg
Sementara itu, di Bolaang Mongondow Utara, harga cabai rawit mencapai 156% di atas HAP. Sejumlah daerah lainnya juga mencatat harga yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan batas acuan pemerintah.
Lonjakan cabai rawit turut menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan IPH di sejumlah wilayah. Sulawesi Utara menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian karena mencatat perubahan IPH sebesar 12,53%.
Selain cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan lainnya. BPS mengungkapkan bahwa IPH cabai merah tercatat naik 12,77% dan terjadi di 233 kabupaten/kota.
Untuk cabai merah, harga rata-rata tercatat Rp54.748, mendekati batas atas HAP sebesar Rp55.000. Sebanyak 233 kabupaten/kota atau sekitar 64,72% kabupaten/kota mengalami peningkatan IPH cabai merah.
"Ada 233 kabupaten kota yang mengalami peningkatan IPH cabai merah, jauh jika dibandingkan dengan minggu pertama dan minggu-minggu sebelumnya jumlah kabupaten kotanya atau sekitar 64,72% kabupaten kota yang mengalami peningkatan IPH-nya cabai merah," terang Ateng.
