Harga Cabai Rawit Naik 3,60%, Ada yang Tembus hingga Rp200.000 per Kg
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga cabai rawit masih menjadi salah satu komoditas pangan yang pergerakan harganya perlu diwaspadai pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga cabai rawit secara nasional meningkat 3,60% pada pekan ketiga Agustus 2026 dibandingkan dengan Juli 2026.
Kenaikan harga tersebut terjadi di 182 kabupaten/kota atau sekitar 50,56% di wilayah Indonesia. Berdasarkan data BPS, cabai rawit juga menunjukkan disparitas harga yang cukup lebar antar wilayah. Pada pekan ketiga Agustus 2026, harga tertinggi mencapai Rp200.000 per kilogram, sementara harga terendah hanya sekitar Rp23.000 per kilogram. Sebut saja harga cabai di Kabupaten Malaka yang 40,35% di atas HAP, sementara Kabupaten Natuna mencapai 38,68% di atas HAP.
“Untuk beberapa kabupaten atau yang lebih detail terkait IPH (Indeks Perkembangan Harga) cabai rawit, terlihat harga cabai rawit cukup tinggi dibandingkan harga acuan penjualan (HAP)," ucap Direktur Statistik Harga BPS Sarpono dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara daring, Senin (24/8/2026).
Ditegaskan Sarpono, pergerakan harga cabai menjadi perhatian karena cabai rawit termasuk komoditas yang menjadi penyumbang kenaikan IPH di berbagai daerah.
Baca Juga
Kenaikan harga cabai rawit juga terlihat dalam data IPH di berbagai wilayah. Di luar Pulau Jawa dan Sumatera, cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang berkontribusi terhadap kenaikan IPH, bersama dengan daging ayam ras dan daging sapi.
Selain itu, BPS juga memaparkan IPH untuk komoditas cabai merah pada pekan ketiga Agustus 2026, secara nasional rata-rata harga cabai merah berada di bawah harga acuan penjualan, bahwa rata-rata harga cabai merah tercatat sebesar Rp48.115 per kilogram, sementara HAP ditetapkan sebesar Rp55.000 per kilogram.
"Sehingga dibandingkan dengan bulan Juli tahun 2026, harga cabai merah secara umum meningkat sebesar 0,91%. Kenaikan ini tercatat di 170 kabupaten kota atau 47,22% di wilayah Indonesia," imbuhnya.

