Jokowi Sebut Harga Cabai Rawit Sudah Turun, Bahan Pokok Lain Masih Tinggi
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan harga cabai rawit merah yang sempat mencapai Rp 120.000 per kilogram, kini sudah turun ke kisaran Rp 70.000 per kilogram. Hal itu dikatakannya usai meninjau Pasar Purworejo, Jawa Tengah.
Apabila harga cabai rawit merah sudah mulai menurun, lantas bagaimana dengan komoditas pangan yang lainnya? Berdasarkan data panel harga yang dilihat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), sejumlah baham pokok masih mengalami kenaikan dan tinggi.
Sejumlah bahan pangan yang harganya masih tinggi dan mengalami kenaikan di antaranya adalah beras, bawang merah, cabai merah keriting, telur ayam ras, gula konsumsi, hingga minyak goreng kemasan sederhana.
Sebagaimana dilihat pada Selasa (2/1/2024) pukul 14.30 WIB, harga beras premium di tingkat eceran mencapai Rp 14.960 per kilogram. Sementara, harga beras premium kini harganya menjadi Rp 13.200 per kilogram atau naik hingga 0,61%.
Untuk bawang merah naik 1,15% dengan harga rata-ratanya Rp 36.860 per kilogram, cabai merah keriting naik 1,98% menjadi Rp 54.690 per kilogram, serta telur ayam ras Rp 28.110 atau naik 0,11%.
Baca Juga
Presiden Tegaskan Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan
Harga minyak goreng kemasan sederhana juga meningkat 0,76% menjadi Rp 17.240 per liter. Kemudian, untuk gula konsumsi naik sebesar 0,23% dan saat ini bisa dibeli dengan harga Rp 17.270 per kilogram.
Adapun sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan bahwa kenaikan harga komoditas beras tidak hanya terjadi tanah air, melainkan juga di sejumlah negara di dunia.
Presiden Jokowi pun menjelaskan, kenaikan harga beras tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya adalah perubahan iklim secara ekstrem, hingga adanya puluhan negara yang menutup keras ekspor berasnya.
“Sehingga terjadi keguncangan harga beras, jarga pangan di dunia,” ucap Jokowi usai meninjau Pasar Purwerejo, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024).
Baca Juga
Rupiah Anjlok Dekati Rp 16.000/US$, Harga Barang Elektronik Melonjak Hingga 22%

