BI: Surplus Perdagangan US$ 36,93 Miliar Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi RI
JAKARTA, investortrust.id – Meski turun, Bank Indonesia menilai surplus perdagangan 36,93 miliar dolar AS tahun 2023 mampu menopang ketahanan eksternal perekonomian RI. Ke depan, bank sentral akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain, guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia berlanjut pada Desember 2023 sebesar 3,31 miliar dolar AS. Surplus ini melonjak 37,13% dibanding pada bulan sebelumnya 2,41 miliar dolar AS.
“Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Desember 2023 mencatat surplus 36,93 miliar dolar AS, melanjutkan capaian surplus pada periode yang sama tahun 2022 sebesar 54,46 miliar dolar AS. Bank Indonesia memandang perkembangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut," kata Asisten Gubernur BI Erwin Haryono dalam keterangan di Jakarta, Senin (15/01/2024).
Baca Juga
Wow, Indonesia Catatkan Surplus Perdagangan Nonmigas dengan Cina
Surplus Neraca Perdagangan Nonmigas
Surplus neraca perdagangan Desember 2023, lanjut Erwin, bersumber terutama dari peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas. "Neraca perdagangan nonmigas Desember 2023 mencatat surplus sebesar 5,20 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya 4,62 miliar dolar AS. Perkembangan tersebut sejalan dengan kuatnya ekspor nonmigas yang mencapai 20,93 miliar dolar AS," paparnya.
Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut, selain didukung oleh tetap kuatnya ekspor komoditas berbasis sumber daya alam seperti batu bara dan bijih logam, ditopang oleh produk manufaktur mesin dan peralatan mekanis. Berdasarkan negara tujuan, kata Erwin, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.
Baca Juga
Inilah 5 Komoditas Top Ekspor Indonesia Sepanjang 2023
"Sementara itu, impor nonmigas tetap kuat sejalan dengan berlanjutnya perbaikan aktivitas ekonomi. Adapun defisit neraca perdagangan migas tercatat menurun menjadi 1,89 miliar dolar AS pada Desember 2023, sejalan dengan penurunan impor migas, di tengah peningkatan ekspor migas," imbuhnya.
