Nasi Goreng dan Nasi Rames Sumbang Kenaikan Inflasi Tahunan Secara Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peran nasi dengan lauk sebagai penyumbang inflasi tahunan pada Agustus 2026.
“Makanan siap konsumsi yang terdiri dari nasi dengan satu atau lebih jenis lauk-lauknya (ikut menyumbang angka inflasi tahunan, red),” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono, di kantor BPS, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Ateng menjelaskan kategori makanan siap konsumsi tersebut merujuk ke komoditas seperti nasi rames, nasi campur, dan nasi goreng. Dia membantah kenaikan nasi dengan campuran lauk ini disebabkan oleh adanya program makan bergizi gratis (MBG).
“Tidak termasuk nasi tanpa lauk ataupun paket katering yang MBG. Jadi, itu tidak termasuk dalam perhitungan kami,” ujar dia.
Ateng menjelaskan bahwa inflasi yang terjadi pada nasi dengan lauk mengalami inflasi secara tahunan sebesar 2,59%, dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,06%.
Baca Juga
Rata-rata Harga Beras Naik Akibat Masa Panen Raya Sudah Usai
Berdasarkan data BPS, sebanyak 113 kabupaten/kota se-Indonesia mengalami inflasi nasi dengan lauk. Artinya, 21,98% kabupaten/kota mengalami kenaikan harga nasi dengan lauk.
“Jadi cukup banyak ya kabupaten/kota yang mengalami inflasi nasi dengan lauk,” kata dia.
Tiga kota/kabupaten teratas yang mengalami inflasi nasi dengan lauk yaitu Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kota Banda Aceh. Inflasi nasi dengan lauk di Lhokseumawe mencapai 31,24%, Aceh Tengah inflasi nasi dengan lauk sebesar 23,9%, dan inflasi nasi dengan lauk di Banda Aceh mencapai 17,43%.
Catatan BPS Provinsi Aceh, inflasi mencapai 4,86% secara tahunan. Komponen pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 4,51% dengan andil terhadap inflasi sebesar 1,71%.
Komoditas nasi dengan lauk memberikan andil terhadap inflasi tahunan Aceh sebesar 0,56%. Sementara itu, emas perhiasan memberikan andil sebesar 0,43%, beras memiliki andil 0,34%, dan bensin memiliki andil 0,29%, serta tomat memiliki andil 0,22%.
Jika didalami, selain komoditas tersebut beberapa komoditas seperti mie memiliki andil yang cukup besar pada inflasi tahunan Aceh. Mie memiliki andil 0,1%, sayur olahan, ketupat/lontong sayur, dan bakso siap santap memiliki andil 0,08%, sate memiliki andil 0,05%.
Sementara itu, ikan goreng, siomay, es, dan teh siap saji masing-masing memiliki andil ke inflasi 0,02%. Sedangkan martabak, roti bakar, dan soto masing-masing memberi andil ke inflasi sebesar 0,01%
