Benahi DTSEN, Pemerintah Ukur Ulang Parameter Desil Masyarakat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah saat ini tengah melakukan penataan ulang dan pembenahan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah sistematis ini diambil guna menyempurnakan indikator penentuan klasifikasi desil masyarakat, sehingga penyaluran bantuan sosial (bansos) dan jaring pengaman sosial bisa dilakukan dengan tepat sasaran.
Penataan ini menjadi fokus perhatian setelah DTSEN yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) sempat menuai sorotan lantaran dinilai belum sepenuhnya mencerminkan realitas ekonomi masyarakat di lapangan.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan pentingnya pembaruan parameter dalam penataan data tersebut.
"Pemerintah kan ingin memperbaiki dengan DTSEN. Dari DTSEN itu nanti perbaikan-perbaikan itu akan dilakukan dan parameter-parameter sedang diukur ulang supaya lebih mengenal, lebih tepat," ujar Misbakhun saat ditemui usai kegiatan OJK Digital Financial Innovation Day 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Kamis (27/8/2026).
Melalui reformasi data ini, seluruh alokasi subsidi hingga jaring pengaman sosial diharapkan benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang berhak. Untuk menjamin akurasi tersebut, pemerintah menjalankan sensus ekonomi secara mendalam, termasuk melakukan kalibrasi ulang pada baseline Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga
Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Buka Pendaftaran, Data DTSEN Jadi Acuan
"Makanya, sekarang pemerintah sangat detail dalam hal melakukan sensus ekonomi. Itu yang sedang dijalankan, termasuk baseline PDB-nya sedang dikalibrasi ulang," tambahnya.
Meski BPS saat ini berada di bawah naungan mitra komisi yang berbeda di DPR, integrasi dan keandalan data desil tetap menjadi perhatian utama. Data tersebut memegang peranan vital sebagai tolak ukur penentuan penerima perlindungan sosial di Indonesia.
"Ini yang sedang kita perbaiki bersama. Jangan sampai kemudian negara sudah menggelontorkan uang yang nilainya sampai ribuan triliun itu kemudian tidak tepat sasaran," jelasnya.
