Prabowo Bakal Renovasi 10.000 Puskesmas dan Hadirkan Ambulans Udara Mulai 2027
JAKARTA. Investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan dasar di seluruh pelosok Indonesia. Pemerintah berencana memulai program renovasi skala besar terhadap 10.000 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan 514 laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas) mulai tahun 2027.
Prabowo menyoroti kondisi puskesmas di Tanah Air yang dinilai sudah puluhan tahun tidak mendapatkan perbaikan secara menyeluruh. Padahal, Puskesmas merupakan garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Baca Juga
Prabowo Perkenalkan Danantara Development Management Fund, Targetkan Bangun Giant Sea Wall
"Puskesmas harus menjadi benteng pertama yang menjaga kesehatan bangsa. Puskesmas adalah pintu pertama negara ketika rakyat sakit," ujar Prabowo dalam acara Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia menambahkan bahwa Puskesmas memegang peranan krusial, mulai dari pemeriksaan kehamilan, pemberian imunisasi bayi, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga deteksi dini penyakit.
Anggaran Rp 4 Miliar per Puskesmas
Dalam program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran perbaikan rata-rata sekitar Rp 4 miliar untuk setiap puskesmas yang tersebar di 7.240 kecamatan. Prabowo menegaskan bahwa skema penganggaran akan menerapkan prinsip keadilan wilayah.
"Tentunya daerah yang lebih terpencil, daerah yang lebih terluar dan tertinggal harus mendapat lebih," tegasnya.
Selain perbaikan fisik puskesmas, program ini juga mencakup renovasi dan pembangunan 514 labkesmas di tingkat kabupaten/kota. Seluruh proyek pembenahan infrastruktur kesehatan dasar ini ditargetkan rampung paling lambat pada tahun 2030.
Terobosan Ambulans Udara dan Dokter Terbang
Tak hanya itu, Prabowo menyatakan pemerintah menyiapkan terobosan berupa penyediaan ambulans udara berbasis helikopter dan pesawat kecil untuk mengatasi hambatan geografis yang kerap menelan korban jiwa. Armada udara ini dirancang agar mampu mendarat di medan sulit, seperti lapangan rumput, lapangan pasir, hingga tepi sungai.
Langkah inovatif ini diambil merespons maraknya laporan kasus kematian ibu melahirkan akibat kendala akses transportasi yang memakan waktu hingga 7 sampai 9 jam menuju fasilitas kesehatan.
Baca Juga
Prabowo Bidik Efisiensi Rp 360 Triliun dari Belanja Pengadaan Pemerintah
"Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan pelayanan kesehatan untuk rakyatnya," kata Prabowo.
Selain ambulans udara untuk evakuasi darurat, pemerintah juga merencanakan pengoperasian tim "dokter terbang" guna memastikan pelayanan medis dapat menjangkau masyarakat di wilayah pelosok secara langsung.

