Komisi VI DPR: Ekonomi Indonesia 'On Track', Pertumbuhan 5,2% Jadi Modal Perkuat Kesejahteraan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menilai kinerja perekonomian Indonesia hingga saat ini masih berada di jalur yang positif. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,2% menjadi capaian yang cukup kuat di tengah berbagai tantangan global.
Herman mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada semester II menunjukkan perkembangan yang positif. Menurut dia, capaian pertumbuhan di atas 5% merupakan hasil yang patut diapresiasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Baca Juga
Jelang Pidato Kenegaraan, AHY: Presiden Prabowo Akan Sampaikan Arahan Strategis
“Saya kira ada hal yang berkualitas, pertumbuhan di semester dua ini cukup positif, dan tentu penilaian nanti di akhir tahun, rata-ratanya di berapa pertumbuhan. Namun saya kira di atas 5% ini juga sudah pencapaian yang luar biasa, karena di tengah tantangan global yang saya kira tidak mudah, tidak sederhana,” ujar Herman menjelang Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dia menyoroti dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang masih berfluktuasi. Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut turut memberikan pengaruh terhadap kondisi perekonomian dunia.
Menurut Herman, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih berada pada jalur yang tepat atau on the track. Kondisi tersebut juga tercermin dari aspek politik, keamanan, dan ekonomi yang dinilai relatif baik.
“Dengan pertumbuhan 5,2% ini juga menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih on the track. Sehingga dari sisi-sisi politik, keamanan, ekonomi sampai saat ini, tentu kita bisa memberikan penilaian on the track ya, baik,” sebut Herman.
Dia berharap tren positif tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada periode mendatang. Salah satu hal yang akan menjadi perhatian adalah arah kebijakan fiskal pemerintah melalui penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2025.
“Mudah-mudahan ini terus dipertahankan, dan ke depan dapat ditingkatkan sejalan dengan tentu nanti siang ada pembahasan ataupun ada penyampaian nota APBN dari pemerintah terhadap APBN 2025 yang kita juga akan melihat nanti akan di mana dorongan terbesar untuk bisa mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dari capaian tahun 2024,” tuturnya.
Menurut dia, gambaran mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah akan semakin terlihat setelah Presiden menyampaikan Nota APBN. Selain itu, Presiden juga dijadwalkan menyampaikan pidato terkait hasil evaluasi terhadap kinerja lembaga-lembaga tinggi negara.
Baca Juga
Disambut Muzani dan Sultan Najamudin, Prabowo Tiba di Gedung DPR/MPR
Dia menambahkan, DPR memiliki sejumlah fungsi utama, yakni fungsi pengawasan, fungsi anggaran, dan fungsi legislasi. Karena itu, berbagai evaluasi dan arahan pemerintah akan menjadi perhatian parlemen dalam menjalankan fungsi tersebut.
“Harapannya adalah ke depan tentu Indonesia akan lebih baik. Ke depan ekonominya akan tumbuh lebih positif, dan lebih daripada itu tentu masyarakatnya lebih sejahtera,” sebut Herman.

