Menko Airlangga Tantang Menteri Maman, Target Kredit UMKM Naik Jadi Rp 2.000 Triliun!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menetapkan target baru penyaluran kredit untuk pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sebesar Rp2.000 triliun. Langkah ini diambil untuk memperkecil ketimpangan serta mengisi kekosongan sektor usaha menengah.
Airlangga menjelaskan, dari total porsi kredit nasional yang mencapai Rp 9.000 triliun, realisasi kredit UMKM saat ini berada di angka Rp 1.500 triliun. Meski secara ideal porsi pembiayaan UMKM diharapkan mampu mencapai 30% atau sekitar Rp 3.000 triliun, pemerintah memilih target yang realistis dan terukur.
"Peningkatan dari Rp 1.500 triliun ke Rp 3.000 triliun itu lompatannya 100 persen. Karena itu, target kita sesuaikan menjadi Rp 2.000 triliun. Ini yang saya sampaikan di summit, target naik ke Rp2.000 triliun," ujar Airlangga saat memberikan sambutan dalam ajang UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang porsinya berada di kisaran Rp 370 triliun hingga Rp 400 triliun per tahun untuk skala mikro dan kecil. Pemerintah akan menggenjot pembiayaan komersial skala menengah dengan plafon di atas Rp 500 juta, Rp 10 miliar, hingga Rp 50 miliar ke atas.
Baca Juga
Menteri Maman Ungkap Nasib THR Driver Ojol Usai Ditetapkan Jadi Pengusaha UMKM
Airlangga menyebut kenaikan target ini menjadi tugas rumah (PR) utama bagi Menteri UMKM Maman Abdurrahman, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan DPR. Langkah ini juga menjadi jawaban atas perbedaan data jumlah unit UMKM yang berfluktuasi dari 64 juta menjadi 54 juta unit.
"Sekitar 10 juta pelaku usaha yang belum terjangkau inilah yang perlu didorong dengan pembiayaan berkisar Rp 5 miliar hingga Rp 500 miliar. Ini penting agar kelompok usaha di tengah yang selama ini kosong bisa naik kelas mendekati porsi capital market yang saat ini sudah menguasai sekitar Rp 7.500 triliun," tegasnya.
Di sisi lain, Menko Airlangga optimistis penyaluran kredit perbankan ke depan mampu tumbuh double digit seiring bergulirnya berbagai program strategis pemerintah, seperti penguatan Koperasi Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya mitigasi risiko perbankan seiring dengan akselerasi ekspansi kredit tersebut.
"Realisasi KUR sejauh ini sangat baik, tinggal kita jaga manajemen risikonya. Dengan berbagai program pemerintah yang berjalan, kita optimis penyaluran kredit tetap tumbuh kuat dan aman bagi industri perbankan," tutur mantan ketua umum Partai Golkar tersebut.

