BI Catat Penjualan Rumah Kuartal II-2026 Membaik, Harga Properti Naik Terbatas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya perbaikan penjualan rumah pada kuartal II-2026. Penjualan properti residensial tercatat meningkat meski masih terkontraksi sebesar -2,36% secara tahunan, dari sebelumnya terkontraksi 25,67% secara tahunan.
Peningkatan pertumbuhan penjualan rumah tersebut dipengaruhi penjualan rumah tipe kecil dan tipe besar. Penjualan rumah tipe kecil tumbuh meski masih terkontraksi -2,88% secara tahunan. Angka ini lebih baik dari kontraksi kuartal II tahun sebelumnya yang sebesar 45,59% secara tahunan.
Sementara itu, peningkatan penjualan rumah juga ditopang pertumbuhan penjualan rumah tipe besar yang sebesar 13,08% secara tahunan. Membaik, dari posisi kontraksi 8,03% secara tahunan pada kuartal II-2025.
Meski demikian, penjualan rumah tipe menengah mengalami penurunan. Penjualan rumah di tipe ini terkontraksi ke -10,51% secara tahunan pada kuartal II-2026. Penjualan rumah tipe menengah ini sempat positif 8,28% secara pada kuartal II-2025.
Baca Juga
Penjualan Properti Menengah Atas Masih Dominan, Agen Bidik Pertumbuhan Selektif di 2026
Harga Rumah Alami Kenaikan
Survei harga Properti Residensial (SHPR) BI menunjukkan harga properti residensial di pasar primer meningkat terbatas. Kondisi ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal II-2026 yang sebesar 110,89 atau tumbuh sebesar 0,69% secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2026 yang sebesar 0,62% secara tahunan.
Peningkatan harga rumah dipengaruhi naiknya harga rumah tipe besar. BI mencatat indeks harga rumah tipe besar sebesar 108,41 atau tumbuh sebesar 0,68% secara tahunan. Angka ini dibandingkan kuartal I-2026 sebesar 0,5% secara tahunan.
Di sisi lain, indeks harga rumah tipe kecil tercatat sebesar 113,89 atau tumbuh melambat sebesar 0,49% secara tahunan dibandingkan kuartal I-2026, yang sebesar 0,61% secara tahunan.
Sementara itu, indeks harga rumah tipe menengah bergerak stabil. Indeks harga rumah tipe menengah berada di posisi 114,01 atau tumbuh 0,83% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut bergerak melambat tipis dari kuartal sebelumnya yang tercatat 0,88% secara tahunan.
Secara spasial, dari 18 kota yang disurvei, 10 kota mengalami peningkatan pertumbuhan IHPR secara tahunan, 7 kota mengalami penurunan pertumbuhan, dan 1 kota mencatatkan pertumbuhan yang relatif stabil.
Peningkatan pertumbuhan harga rumah salah satunya tercatat di Banjarmasin. Pada kuartal II-2026 harga rumah di Banjarmasin naik 1,29% secara tahunan dari sebelumnya 0,52% secara tahunan.
Sementara itu, pertumbuhan harga rumah di Pekanbaru tercatat mengalami perbaikan menjadi 3,23% secara tahunan dari sebelumnya terkontraksi sebesar -0,03% secara tahunan.
Di sisi lain, harga rumah di Padang dan Balikpapan melambat masing -masing menjadi 0,63 % secara tahunan dan 1,19 % secara tahunan pada kuartal II-2026 dari sebelumnya sebesar 1,21 % secara tahunan dan 1,44% secara tahunan.

