Pjs Gubernur BI Respons Gejolak Saham dan Rupiah setelah Perry Warjiyo Mundur
JAKARTA, investortrust.id - Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti merespons gejolak pasar saham dan rupiah imbas pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai gubernur BI. Hal itu disampaikan Destry saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan untuk mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (27/7/2026).
Diketahui, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026), ditutup turun sebanyak 10,65 poin (0,17%) menjadi 6.185. Sementara nilai tukar rupiah di pasar spot melemah Rp 46 atau 0,26% menjadi Rp 18.009 per dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga
IHSG Kembali Ditutup Melemah 0,17%, Sebaliknya 4 Saham Dipimpin DMMX Cetak ARA
Destry mengatakan Bank Indonesia tetap berupaya menjaga stabilitas keuangan, termasuk nilai tukar rupiah.
"BI tetap menjaga stabilitas keuangan, terap nilai tukar tetap jadi prioritas kita juga," kata Destry.
Disinggung adanya intervensi untuk meredam gejolak, Destry mengatakan, BI akan terus melakukan seperti yang telah dilakukan sebelumnya.
"Kita melakukan terus sama seperti yang kita lakukan sebelumnya," kata Destry.
Diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026). Berdasarkan pantauan, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.40 WIB. Selanjutnya, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu tiba sekitar pukul 16.03 WIB. Selanjutnya, Pjs Gubernur BI Destry Damayanti bersama jajaran dewan gubernur BI tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 16.20 WIB.
Baca Juga
Jadi Pjs Gubernur BI, Destry Damayanti Rapat Perdana dengan Prabowo dan KSSK di Istana
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa juga dikabarkan turut hadir dalam pertemuan. Rapat koordinasi Prabowo dengan KSSK ini merupakan rapat perdana yang digelar setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai gubernur BI.
