Purbaya Akui Sebagian Dana Hasil Penerbitan Panda Bond untuk Tambal Defisit APBN 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut dana hasil penerbitan obligasi berdenominasi renminbi China atau Panda Bond sebagian akan digunakan untuk menutup defisit APBN 2026.
“Itu untuk defisit sebagian,” kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), seraya menyebutkan bahwa upaya emisi Panda Bond oleh pemerintah juga merupakan bagian dari langkah diversifikasi sumber pendanaan pemerintah.
Sebelumnya diberitakan, penerbitan Panda Bond dilakukan untuk pengenalan pasar obligasi di China.
Baca Juga
“Walaupun permintaannya mungkin sangat besar, penerbitan tahap pertama kami batasi sebesar US$ 1 miliar. Jika diperlukan, beberapa bulan kemudian kami dapat melakukan penerbitan kembali dengan nilai yang lebih besar,” ucap dia, saat APBN KiTa edisi Juli 2026.
Purbaya menyebut lead underwriter penerbitan ini adalah Bank of China, dengan China International Capital Corporation (CICC), CITIC Securities, DBS Bank China, dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) sebagai joint lead underwriters sekaligus joint bookrunners.
Sementara itu, Agricultural Bank of China (ABC), China Construction Bank (CCB), Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), serta China Merchants Bank bertindak sebagai co-manager.
“Mereka menyampaikan ke depan juga berminat menjadi bagian dari jajaran underwriter,” ujar dia.
