Kemenkomarves Patok Pendapatan dari Pariwisata Rp3.307,24 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id - Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Odo Manuhutu menargetkan pendapatan dari pariwisata sebesar Rp 3.307,24 triliun. Optimisme ini didorong oleh pengembangan 5 DPSP (Destinasi Pariwisata Super Prioritas) sebagai destinasi berkualitas.
Odo mengatakan, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2024 ditargetkan sebanyak 14,3 juta dengan potensi pemasukan US$ 20,71 miliar atau Rp 306,46 triliun.
Kemudian, dia menargetkan jumlah wisatawan nusantara (wisnus) melalui Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) sebesar 1,25-1,5 miliar dan berpotensi meraup pemasukan Rp 3.000,78 triliun.
“Wisatawan Nusantara akan menciptakan pemasukan sebanyak Rp 3.000,78 triliun, sehingga total potensi pendapatan pariwisata sebanyak Rp 3.307,24 triliun,” ujar Odo saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PHRI Tahun 2024 di Batam via virtual, Kamis (22/2/2024).
Odo meminta para anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendorong para wisatawan untuk melakukan perjalanan domestik.Selain itu, ia juga berharap kalangan milenial dan Gen Z yang merupakan kekuatan Indonesia secara demografi akan lebih banyak melakukan perjalanan.
Berdasarkan data BPS, pada September 2023 kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia mencapai 1,07 juta kunjungan. Jumlah ini turun 5,51% dibandingkan Agustus 2023 (month on month), tetapi mengalami kenaikan 52,76% dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (yoy).
Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada September 2023 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (14,22%), Australia (13,09%), dan Singapura (10,72%).
Pada triwulan III-2023, perjalanan wisatawan nusantara di Indonesia mencapai 192,52 juta perjalanan. Jumlah ini naik 13,36% dibandingkan triwulan III-2022 (yoy).
Sepanjang triwulan III, jumlah perjalanan wisnus tertinggi terjadi pada Juli 2023 yang mencapai 73,69 juta perjalanan. Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah perjalanan wisnus tertinggi, baik sebagai daerah asal perjalanan maupun sebagai daerah tujuan wisnus. (CR-5)
