Airlangga Lapor ke Prabowo soal Paket Stimulus Ekonomi Senilai Rp 26,34 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026. Paket stimulus senilai Rp 26,34 triliun ini merupakan langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
"Melaporkan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto @prabowo terkait Paket Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026 sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global," kata Airlangga dalam unggahan melalui akun Instagram pribadinya @airlanggahartarto_official yang dikutip Selasa (23/6/2026).
Baca Juga
Pemerintah Siapkan 8 Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun Hadapi Ketidakpastian Global
Airlangga menjelaskan, paket stimulus ini dirancang untuk memperkuat konsumsi masyarakat, menjaga daya saing dunia usaha, meningkatkan kualitas SDM, serta melindungi kelompok masyarakat yang rentan.
Pada pilar konsumsi dan dunia usaha, pemerintah memberikan insentif PPh final royalti sebesar 1,5% bagi penulis nasional. Regulasi yang ada mengamanatkan PPh atau royalti itu sebesar 5-35%.
Untuk mendorong mobilitas masyarakat, pemerintah memberikan diskon transportasi untuk periode libur sekolah dan libur natal dan tahun baru (Nataru) serta subsidi PPN DTP 100% tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Selain itu, pemerintah menetapkan bea masuk 0% untuk impor LPG industri petrokimia dan bahan baku plastik, serta melanjutkan kebijakan bea masuk 0% suku cadang pesawat guna menekan biaya produksi dan memperkuat daya saing industri nasional.
Pada pilar ketenagakerjaan dan kelas menengah, pemerintah mengalokasikan Rp 4,14 Triliun untuk program magang nasional yang menyasar 150.000 lulusan perguruan tinggi, serta Rp 2,12 Triliun untuk program vokasi bagi 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja terdampak PHK agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Pada pilar perlindungan sosial, pemerintah menyalurkan bantuan beras 10 kilogram per bulan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan dengan anggaran Rp 17,54 triliun.
Baca Juga
Pemerintah akan Umumkan Sejumlah Stimulus Ekonomi Semester II 2026
"Pemerintah juga memberikan bantuan stabilisasi harga kedelai hingga Rp 2.000 per kilogram bagi pengrajin tahu dan tempe untuk menjaga keberlangsungan usaha dan stabilitas harga pangan," katanya.
Airlangga menyatakan, melalui delapan kebijakan strategis tersebut, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat, mendorong aktivitas ekonomi, memperkuat sektor produktif, serta memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga, inklusif, dan berkelanjutan.
